RADAR JOGJA – Lahan parkir di wilayah Kota Jogja semakin terbatas. Belum lagi keterbatasan lahan dan makin tingginya harga tanah, menyulitkan penyediaan lahan parkir di Kota Jogja. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mulai merealisasikan pilot project pembangunan tempat parkir wilayah perkotaan khusus sepeda motor dengan konsep vertikal di Kompleks Balai Kota Timoho.

Kepala Bidang Penataan Bangunan, Dinas Pekerjaan Umumm Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Fakhrul Nur Cahyanto mengatakan pembangunan sistem parkir vertikal ini untuk menjawab keterbatasan lahan. Terlebih, masifnya kemudahan layanan publik di lingkungan pemkot berdampak masyarakat yang datang semakin banyak pula.
“Dengan skema vertikal, lahan yang dibutuhkan jauh lebih sedikit,” katanya kemarin (26/10).

Fakhrul menjelaskan sejauh ini di Kota Jogja sudah terdapat satu tempat parkir yang mengusung konsep serupa yakni dikelola RS PKU Muhammadiyah. Pembangunan vertikal parkir di Kompleks Balai Kota ditargetkan selesai pada Desember 2021 mendatang. Ini dibiayai penuh oleh APBD Kota Jogja dengan anggaran Rp2,5 miliar. “Saat ini tahap pembangunan masih memasuki penggarapan pondasi awal, sudah dimulai sejak Oktober ini,” ujarnya.

Pembangunannya terdiri atas lahan seluas 6,5 meter x8,5 meter persegi, dengan gedung enam lantai dan tinggi 10-12 meter. Diperkirakan akan sanggup menampung sekiar 200 sepeda motor. Sistem parkir ini juga bakal dilengkapi dengan lift dibagian tengah serta ruang transisi dibagian depan. Ini perdana dibangun di Kompleks Balai Kota, apabila berhasil dipastikan akan berlanjut dengan melihat berbagai evaluasinya. “Jadi nanti motor akan parkir di depan dan petugas akan memasukkan ke lokasi parkir, misalnya lantai satu penuh ke lantai dua, dan seterusnya. Di tengah juga ada semacam ruang terbuka berguna untuk naik turunnya lift,” jelasnya.

Menurutnya, realisasi proyek tersebut didasari rekomendasi dari dinas perhubungan, setelah menggelar studi banding ke Bandung untuk melihat pengelolaan parkir vertikal. Praktis, ini diklaim sangat cocok diterapkan untuk Kota Jogja. Terlebih dengan lahan yang sangat terbatas menyusul tingginya harga tanah menjadi kendala Pemkot merealisasikan parkir yang representatif. “Parkir vertikal memungkinkan diterapkan di pusat-pusat kawasan ekonomi maupun pariwisata di Kota Jogja. Sehingga ini bisa jadi percontohan,” tambahnya. (wia/bah)

Jogja Utama