RADAR JOGJA – Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ mengintensifkan giat patroli untuk memeriksa bus-bus pariwisata yang memasuki wilayah provinsi ini. Patroli digelar lantaran banyak bus pariwisata yang lolos melewati simpul-simpul pemeriksaan.

Pemeriksaan untuk memastikan penumpang yang bervakansi di DIJ telah divaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama. Hal itu sejalan dengan surat edaran (SE) yang diterbitkan Satgas Covid-19 Nasional terkait syarat melakukan perjalanan antarwilayah.

“Namanya orang sudah pintar-pintar (cari jalan alternatif) ya, jadi kami kombinasi patroli juga. Jadi tidak hanya menetap di simpul saja,” jelas Kepala Dishub DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti kepada wartawan kemarin (24/10).
Made menjelaskan, rute patroli digelar di jalan-jalan alternatif memasuki wilayah DIJ atau ruas jalan yang sering digunakan bus pariwisata menghindari pemeriksaan. Ia mencontohkan, bus yang datang dari arah utara terkadang menghindari Terminal Jombor, karena Dishub DIJ menggelar pemeriksaan di tempat itu.

Bus memilih melintasi Jalan Gito-Gati atau melewati kawasan Tempel di Sleman untuk masuk ke DIJ. “Gito-Gati kan jalannya sekarang lebar, banyak kami ketemunya di situ,” ujarnya.

Lebih lanjut Made menjelaskan, selain patroli, kini simpul pemeriksaan telah diperluas hingga menjadi delapan simpul. Tujuh di antaranya merupakan terminal bertipe tipe A, B maupun C. Meliputi Terminal Giwangan, Dhaksinarga, Jombor, Wates, Semin, Pakem, dan Wates.

Pemeriksaan juga dilaksanakan di parkiran bandara Adisutjipto. “Kulonprogo mau tambah, karena di Wates itu mereka lewatnya ke Congot. Nah, itu mau diskusi juga dengan teman-teman Dishub kabupaten,” tandasnya.
Dalam sehari rata-rata ada 30 bus pariwisata yang menjalani pemeriksaan di tiap simpul itu. Adapun sekitar lima bus dilakukan putar balik karena melanggar ketentuan syarat perjalanan.

Menurutnya, skema pemeriksaan bus pariwisata juga diberlakukan masing-masing kabupaten/kota. Misalnya skema one gate system yang diberlakukan Pemkot Jogja.

Untuk bus pariwisata yang masuk ke Kota Jogja, Made meminta pengemudi untuk tidak parkir di bahu jalan. Dishub akan menindak tegas bus-bus yang masih parkir sembarangan “Pada prinsipnya kalau sudah vaksinasi, sudah oke. Kalau di kota kan aturannya lebih ketat, nggak boleh parkir di bahu jalan, dislotkan di parkir yang ditentukan. Sistem kota sudah bagus mengatur, tinggal ketaatan kita,” tandasnya.

Tes Acak dan Sentra Vaksin di Malioboro

Pemkot Jogja membuka sentra layanan vaksinasi di kawasan Malioboro sebagai pusat jujugan wisatawan. Ini menjawab seiring adanya peningkatan kunjungan wisatawan, untuk melayani mereka yang belum divaksinasi.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengatakan, pemkot berkomitmen menyediakan layanan-layanan vaksin bagi masyarakat di lokasi wisata. Salah satunya Malioboro. Meski belum dibuka sebagai destinasi wisata, lokasi ini selalu dipadati wisatawan luar daerah tiap akhir pekan untuk bertransaksi. Sehingga, tidak serta merta pengunjung belum vaksin langsung dihalau. “Kami arahkan untuk vaksinasi dulu di tempat terdekat, misal di Malioboro. Setiap Sabtu dan Minggu ada di sana,” katanya.

HS menjelaskan, sentra vaksinasi di Malioboro dibuka setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Ini karena pada saat hari tertentu terjadi peningkatan volume wisatawan seiring juga dengan volume transaksi ekonomi. Kawasan itu juga sudah ditetapkan sebagai kawasan wajib masker dan vaksin. “Harapan saya jangan hanya ramai tok di sana. Sudah vaksin tapi juga berefek ekonomi atau meningkatkan belanjanya,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi (HP) menambahkan, mulai akhir pekan ini petugas intensif menyisir penegakan prokes pengunjung di Malioboro. Selain skema satu pintu yang baru saja diterapkan Sabtu lalu (23/10), juga tes sampling acak kelengkapan identitas vaksin bagi pengunjung Malioboro. “Termasuk ini (pendirian posko), kami mengerahkan mobil untuk memvaksinasi pengunjung yang belum vaksin,” katanya.

Para pengunjung cukup hanya menunjukkan identitas KTP. Dan vaksinasi ini tidak memandang KTP manapun. Ditargetkan, sehari bisa memvaksin 100 dosis pengunjung yang belum vaksin di Malioboro. “Kami juga sediakan antigen acak untuk memeriksa kesehatan wisatawan yang datang ke kawasan Malioboro. Apabila kedapatan positif, maka langsung mendapatkan tindakan medis,” tambahnya.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Jogja Ekwanto menjelaskan, semakin dilonggarkannya kawasan wisata di masa PPKM Level 2 tentu bakal berdampak pada intensitas pengunjung ke Malioboro. Dengan adanya posko vaksinasi, diharapkan pengendalian Covid-19 di masa PPKM Level 2 bisa terus optimal. (kur/wia/laz)

Jogja Utama