RADAR JOGJA – Kasus Covid-19 pada pertengahan Oktober di Kota Jogja berangsur menunjukkan kabar baik. Sesuai indikator epidemiologi, Kota Jogja tinggal menyisakan satu kelurahan berstatus zona oranye.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, awal Oktober baru ada 19 kelurahan yang berada di zona kuning dan sisanya berstatus zona oranye. Saat ini dari 45 kelurahan di Kota Jogja, hampir semuanya sudah berstatus zona kuning.

Hanya satu kelurahan saja yang masih berstatus zona oranye. “Sekarang seluruhnya zona kuning, tinggal sisa satu kelurahan yaitu Pakuncen yang masih oranye,” katanya kemarin.

Wawali Kota Jogja itu menjelaskan, selama pekan kemarin pertumbuhan kasus baru menurun drastis. Temuan kasus terkonfirmasi positif di bawah 10 kasus per hari. Rata-rata tiga kasus dalam seharinya dengan angka kesembuhan yang lebih baik dan angka kematian yang semakin sedikit.

Demikian pula bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit rujukan tinggal 8,3 persen. “Sebenarnya Jogja sudah layak turun level dua, tapi karena masih ada satu kabupaten masih level tiga,” ujarnya.

Selain itu, capaian vaksinasi untuk warga Kota Jogja juga diklaim sudah tuntas. Saat ini hanya tinggal menyelesaikan untuk penyuntikan vaksinasi dosis dua. Hingga kini Pemkot sudah melakukan vaksinasi dosis pertama kepada lebih dari 589 ribu orang. Jumlah ini tidak hanya warga Kota Jogja, tetapi juga warga dari kabupaten sekitar maupun luar DIJ.

Sementara capaian untuk vaksinasi dosis kedua tercatat sekitar 416 ribu orang. “Sekarang vaksinasi juga dominan dosis dua. Dosis pertama ada, tapi nggak banyak. Per hari dosis 1 rata-rata sekitar 500-700 orang. Mereka adalah warga yang sebelumnya mengalami komorbid atau penyintas,” jelasnya.

Pelaksanaan vaksinasi dosis dua ini dioptimalkan dengan layanan mobile menggunakan bantuan empat mobil vaksinasi. Disamping itu juga dapat diakses melalui layanan vaksinasi reguler di 13 rumah sakit dan 18 puskesmas serta satu sentra yang masih aktif yaitu XT Square.

“Saya datang beberapa kali ke wilayah memang sebagian besar sudah tervaksin. Sudah sulit mencari yang belum vaksin. Ada satu dua orang, tapi mereka komorbid, sudah ditangani oleh puskesmas untuk diberi obat,” tambahnya. (wia/laz)

Jogja Utama