RADAR JOGJA – Menghadapi akhir pekan dan libur Maulid Nabi, Pemerintah Kota Jogja meningkatkan antisipasi terhadap tingginya mobilitas warga. Selain gelar sweeping acak, kali ini tim gabungan Gumaton disiagakan untuk mengondisikan kerumunan.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan seperti pengalaman sebelumnya, tiap akhir pekan khususnya kawasan Malioboro selalu dipadati wisatawan. Pihaknya telah berdiskusi dengan dishub dan jajaran menyangkut antisipasi weekend. ”Kami perlu antisipasi terhadap berbagai kemungkinan,” katanya di Ruang Kerja Wawali kemarin (15/10).

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 itu menjelaskan, yang dilakukan pertama ialah membatasi akses masuk angkutan umum bus berdimensi besar untuk tidak memasuki pusat kota Jogja. Ini karena destinasi wisata kota yang baru beroperasi hanya Gembira Loka (GL) Zoo. Maka, hanya akses ke kebun binatang itu saja yang nantinya dibuka. “Kalau destinasi wisata Jogja belum ada tambahan, ya kami masih menerapkan seperti kemarin,” tegasnya.

HP tidak menampik, meski sudah ada perubahan libur Maulid Nabi pada Rabu (20/10) diprediksi akan terjadi arus yang tinggi. Karena, wisatawan dimungkinkan sudah merencanakan masuk kota Jogja. Maka, hal tersebut sudah diantisipasi dan ditingkatkan tidak seperti akhir pekan biasa. “Antisipasi itu nambah, kalau kemarin tim Gumaton belum kami turunkan, besok mulai turunkan. Ini lagi dirapatkan teknis penugasan mereka dan waktunya,” jelasnya.

Posko Gumaton akan diturunkan, terdiri dari personel gabungan pemerintah kota, Kodim, dan Polresta. Khususnya, mereka akan menjaga wilayah sepanjang sumbu filosofi dari Tugu Pal Putih, Malioboro hingga Keraton Jogja. “Mereka kami siagakan penuh untuk mengkondisikan titik tersebut upaya menjadi lebih nyaman,” tandasnya.

Selain itu, sweeping acak juga akan ditingkatkan untuk memeriksa wisatawan yang masuk kota Jogja. Pemeriksaan ini terkait dengan kelengkapan identitas vaksin maupun pengawasan jika ada timbul kerumunan. Dua hal itu yang akan ditertibkan.

Disamping petugas dishub tetap mengatur flow kendaraan yang masuk ke kota. Petugas lain seperti Satpol PP, Kodim, dan Polrestas yang akan melakukan sweeping di tempat penjagaan di Malioboro. Termasuk juga mengetatkan alur searah di pedestrian Malioboro.

Sejauh ini, meski beberapa objek lain sudah mengantongi CHSE, namun QR Code Peduli Lindungi hingga kini belum diperoleh. Sehingga, belum ada tambahan objek wisata yang operasi. (wia/pra)

Jogja Utama