RADAR JOGJA – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) DIJ mengadakan vaksinasi Covid-19 dengan sistem jemput bola kepada para pelaku ekonomi di kawasan Malioboro. Vaksinasi dilangsungkan di seputaran Malioboro sisi selatan dan Pasar Sore, kemarin (14/10).

Mulai tukang becak, kusir andong, pedagang asongan hingga pedagang kaki lima cukup antusias mengikuti kegiatan itu. Total, Binda DIJ menyediakan 120 dosis vaksin Sinovac yang didistribusikan di Malioboro.

Koordinator Vaksinasi Binda DIJ AKBP Sugiyono menjelaskan, pihaknya sengaja mengejar penyelesaian proses vaksinasi di Malioboro. Selain untuk mempercepat herd immunity, juga mendukung geliat roda perekonomian agar dapat berjalan seperti sediakala.

Ia tidak menampik dalam kesempatan itu sebagian besar peserta menerima injeksi vaksin dosis kedua, setelah memperoleh dosis pertama September lalu. Saat itu, vaksinasi dilaksanakan pula dengan skema jemput bola.
“Namun hari ini masyarakat yang belum tervaksin sama sekali pun kita layani juga. Terutama yang bukan warga Jogja, tapi aktivitasnya di Malioboro,” ujar Sugiyono.

Dikatakan, pihaknya menyasar semua agar secepatnya secara keseluruhan tervaksin. “Jadi, Malioboro pun semakin aman, dan nyaman untuk dikunjungi. Akan terus kita laksanakan sampai benar-benar beres, sampai cakupan vaksin DIJ menyentuh 100 persen. Sesuai target, harapannya Desember nanti bisa terselesaikan,” tambahnya.

Salah seorang peserta yakni pedagang penyandang disabilitas yang menjajakan oleh-oleh makanan, Wahyu Suthiyana Lestari, mengapresiasi program yang digelar Binda DIJ itu. Pasalnya, dengan sistem jemput bola dia tidak perlu libur berdagang untuk mendapat akses vaksin.

“Tentu bersyukur banget karena bisa sambil dagang ini. Nggak perlu ke mana-mana, langsung suntik di tempat dan ini mau pulang istirahat karena sudah dapat vaksin. Teman-teman juga antusias,” jelas perempuan yang berdomisili di Kasongan, Bantul, itu. (aga/laz)

Jogja Utama