RADAR JOGJA – Penataan sirip-sirip Jalan Malioboro mulai dikerjakan. Sebelumnya sudah dilakukan di Jalan Suryatmajan dan tahun ini menyentuh Jalan Perwakilan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Hari Setya Wacana mengatakan, penataan ini menjadi kelanjutan dari penataan sirip-sirip Jalan Malioboro yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari sumbu filosofis Jogjakarta. “Sebelumnya penataan sirip-sirip sudah dilakukan di Jalan Suryatmajan. Tahun ini ke Jalan Perwakilan berupa penataan pedestrian di sisi utara dan selatan,” katanya kemarin (12/10).

Hari menjelaskan, lelang pekerjaan fisik itu sudah selesai dan diperkirakan pekerjaan penataan pedestrian sudah dapat dilakukan mulai pekan depan. Pendanaan sepenuhnya berasal dari dana keistimewaan (danais) DIJ lewat Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sekitar Rp10 miliar. “Ya, pekan depan sudah mulai bisa dikerjakan, semoga tidak ada kendala,” ujarnya.

Adapun konsep pedestrian di Jalan Perewakilan disebut tidak akan terlalu berbeda dengan pedestrian di Jalan Malioboro. Bahan material yang digunakan juga sama, menggunakan granit tile keabuan. Meskipun direvitalisasi, lebar pedestrian di Jalan Perwakilan itu tidak akan diubah. “Iya, tetap sesuai dengan eksisting yang ada sekarang. Yang pasti, kondisi trotoar akan jauh lebih rapi dan tertata,” jelasnya.

Ditargetkan, pekerjaan revitalisasi pedestrian Jalan Perwakilan ini dapat diselesaikan pada akhir Desember. Selain menata pedestrian, juga akan dilakukan penataan terhadap kabel listrik dan fiber optic (FO) yang ada di ruas jalan tersebut. “Kami akan melakukan ducting,” terangnya.

Pada tahun ini, DPUPKP Kota Jogja juga melakukan penataan pedestrian di sejumlah ruas jalan. Salah satunya penataan tahap akhir pedestrian Jalan Jenderal Sudirman dengan danais. Tetapi, pekerjaan di Jalan Sudirman baru mencapai sekitar 20 persen, karena juga dilakukan penataan di jalan sekitarnya seperti Jalan Sam Ratulangi dan Wahidin Sudirohusodo. “Masih sesuai tata kala dan bisa selesai sesuai target,” tambahnya.

Sementara Kepala Bappeda Kota Jogja Agus Tri Haryono memberikan gambaran bahwa konsep penataan sirip Jalan Perwakilan adalah elevasi jalur kendaraan akan ditinggikan menjadi sama rata dengan elevasi jalur pedestrian. Jalur pedestrian dan kendaraan dipisahkan dengan bola tiap 2,5 meter. Setiap 10 meter ditanami pohon, lampu budaya dan penerangan jalan umum (PJU) umbul-umbul sebagai penerangan jalan.

Di sepanjang jalan ini juga disediakan jalur sepeda, adanya area putaran di dekat persimpangan Jalan Perwakilan dan Malioboro. Kemudian tiang FO dan tiang listrik diturunkan. Direncanakan penataan pedestrian juga akan menyasar semua sirip di Jalan Malioboro.

“Tahun ini Jalan Perwakilan, satu-satu dulu di sana kan ongkos sosialnya tinggi, jadi harus bersikap seperti apa kan gitu. Nanti 2022 kami menyentuh Jalan Senopati dan Jalan Sosrowijayan,” katanya.

Terpisah, Ketua Forum Komunikasi dan Koordinasi Perwakilan Adi Kusuma Putra Suryawan menyadari adanya proses pembangunan itu pasti berdampak secara langsung maupun tidak langsung bagi pelaku ekonomi. Mereka selama ini menggantungkan kehidupannya di wilayah itu seperti pedagang lesehan, kios, kaki lima maupun parkir.

Sebagai konsekuensi, untuk mengantisiapsi dampak penghidupan para pelaku ekonomi, pihaknya meminta beberapa hal, di antaranya diberi informasi dan pemahaman rencana besar pembangunan. Penataan pedestrian dilakukan secara bertahap, agar sebagian dari mereka bisa melakukan kegiatan produktif.

Selain itu juga diberi waktu yang cukup untuk melakukan persiapan-persiapan dan mencari alternatif. Apabila harus terjadi relokasi, berharap mendapat kepastian tempat yang layak. Maupun diberikan tempat usaha sementara untuk transit jika relokasi dari dampak pembangunan itu berjangka panjang. (wia/laz)

Jogja Utama