RADAR JOGJA – Gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #6 2021, disoal anggota DPRD Kota Jogja. Karena tidak ada pimpinan maupun anggota Komisi B DPRD Kota Jogja yang diundang. Meski merupakan mitra kerja Dinas Pariwisata, sebagai penyelenggara.

“Mungkin kami dianggap teroris yang membahayakan acara kalau hadir,” sindir anggota Komisi B DPRD Kota Jogja R Krisma Eka Putra, kemarin (8/10). Dia kecewa karena sebagai mitra kerja Dispar Kota Jogja, yang turut membahas anggaran penyelenggaraan WJNC, tak ada pimpinan dan anggota Komisi B yang diundang. Hanya perwakilan pimpinan DPRD Kota Jogja. Itu pun tidak jadi hadir, karena ada rapat badan anggaran. “Lha kalau seperti ini lebih tepat disebut mitra atau musuh,” tambahnya.

Ini merupakan kali kedua, para legislator tak diundang secara langsung. Dia mengaku mendapatkan undangan hanya untuk menonton via streaming Youtube.
Ketika ditanya apakah boleh hadir secara fisik, jawaban dari sekretaris komisi dilarang oleh OPD terkait. Jika alasan pandemi Covid-19, politisi Partai Gerindra mengatakan, gelaran di Stadion Mandala Krida memiliki ruang yang longgar. Bahkan list undangan tidak sampai 50 orang. “Tambah satu orang saja, paling tidak Ketua Komisi B, harusnya tidak masalah,” ungkapnya.

Krisma mengingatkan, legislatif memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran. Termasuk untuk pelaksanaan WJNC #6 yang menggunakan dana APBD Kota Jogja Rp 742.405.000. Tak adanya satu pun anggota Komisi B yang hadir, disebutnya membuat pengawasan acara tidak maksimal. Karena sebagai mitra kerja tidak bisa memberi evaluasi maupun masukan untuk gelaran WJNC berikutnya. Misal terkait konsep acara hingga penampil. “Kalau tahun depan Dispar minta tambahan anggaran WJNC, ya nanti dulu, kami tidak punya gambaran, yang tahun ini sudah sesuai belum,” tegasnya.

Hingga tadi malam, Kepala Dispar Kota Jogja Wahyu Hendratmoko sendiri belum bisa dikonfirmasi terkait keluhan anggota DPRD Kota Jogja tersebut. Telepon dan pesan melalui aplikasi WhatsApp yang dikirim Radar Jogja, belum direspon mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tersebut. (pra) 

Jogja Utama