RADAR JOGJA – Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno turut menanggapi polemik larangan anak dibawah 12 tahun ke tempat wisata. Dia menegaskan setiap pemerintah daerah memiliki wewenang deskresi. Bisa menerapkan kebijakan yang tepat dengan sejumlah catatan.

Larangan usia dibawah 12 tahun, menurutnya tidak terlalu mengikat. Dengan syarat capaian vaksin di setiap wilayah tinggi. Sementara secara personal, kedua orangtuanya sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

“Pemda punya deskresi, karena wisata itu identik dengan wisata keluarga. Sehingga sulit kalau anak tidak diikutkan,” jelasnya ditemui di Kampung Wisata Rejowinangun Kotagede, Jumat (8/10).

Sandi mengapresiasi capaian vaksinasi di Jogjakarta. Terutama di Kota Jogja yang telah tuntas vaksin. Angka ini bisa menjadi nilai lebih untuk operasional tempat wisata.

Menurutnya, orangtua yang tervaksin dapat memberikan rasa aman untuk anaknya. Ini karena adanya herd imunity di lingkungan rumah. Sehingga anak dibawah 12 tahun tetap bisa berwisata meski belum mendapatkan vaksin Covid-19.

“Deskresi kami berikan tapi dorong dengan vaksin yang lebih baik,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Rahardjo mengapresiasi lampu hijau tersebut. Kebijakan deskresi akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Agar operasional destinasi wisata tetap optimal.

Pihaknya akan menindaklanjuti dengan rapat koordinasi. Tentunya dengan keterlibatan Wakil Gubernur DIJ dan Sekprov Pemprov DIJ. Kaitannya adalah peran dalam Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ.

“Deskresi ini angin segar bagi kita semua. Inilah yang dikeluhkan tempat wisata selama ini. Akan kami tindaklanjuti dengan koordinasi baik dengan biro hukum baik dari arahan pak Wagub dan Sekda,” ujarnya.(Dwi)

Jogja Utama