RADAR JOGJA – Pemkot Jogja kota mulai mengkaji perizinan, terutama penyelenggaraan konser atau pertunjukan outdoor. Meski pemerintah pusat memberikan lampu hijau, gelaran konser yang hendak diberi izin tidak serta merta.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengatakan, sejalan dengan pemerintah pusat, Pemkot Jogja turut menyambut kebijakan yang sama. Ini juga seiring kasus Covid-19 yang mampu dikendalikan dan menunjukkan penurunan.

“Saya menyambut dalam hal ini karena sudah turun level dan kondisi di kota sudah turun level serta semakin kondusif,”  kata HS di Kompleks Balai Kota Timoho, kemarin (30/9).

Kendati kegiatan pertunjukkan outdoor mulai diizinkan, tidak serta merta begitu saja lantaran masih terselenggara dalam masa pandemi Covid-19. Sehingga, ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum konser diloloskan izinnya. “Tapi jangan konser yang ngumpulin banyak orang, festival saya nyebutnya. Konser itu identik dengan ribuan orang,” ujarnya.

Seperti apa persyaratannya, HS mengatakan masih dikaji, tetapi yang terpenting penyelenggaraan konser, pertunjukan, atau festival dan semacamnya, harus dengan dua metode melalui hybrid. Adalah pertunjukan yang dihadiri penonton secara langsung dengan terbatas dan dilakukan secara daring yang bisa disaksikan seluruh masyarakat.

“Kombinasinya seperti itu. Dan itu sangat selektif, nggak terus kita bebaskan. Mau datangkan Dewa19 misalnya atau papan atas lainnya ke sini, belum yang seperti itu,” tandas wali kota dua periode ini.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat 5M. Disamping penampil, penonton konser juga harus dipastikan dalam kondisi bebas Covid-19. Maka penyelenggara pun wajib menyediakan fasilitas testing. Kemudian dipastikan seluruh elemen yang ada, baik penampil, penonton dan seluruhnya harus sudah tervaksin virus korona. “Dipastikan semuanya negatif, baru boleh (digelar). Tidak terus dilepas gitu aja, kita harus saling menjaga,” jelasnya.

Kerumunan pada hakekatnya yang saat ini sangat dijauhi pemkot. Namun bisa dicegah pada saat penyelenggaraan harus sesuai dengan kapasitasnya. Terlebih, capaian vaksinasi di Kota Jogja sudah 90 persen. Satu kemantren sudah tuntas vaksin.

Ditargetkan 7 Oktober mendatang pemkot siap mendeklarasikan seluruh warga kota sudah tuntas vaksin 100 persen. Ini di luar dari penyintas atau komorbid yang memang belum bisa vaksin.

“Saya katakan jangan terus konser untuk mendatangkan massa, nggak. Jangan diartikan sebagai sebuah konser yang hingar bingar. Tahap awal dan selanjutnya selama masih pandemi, harus dilaksanakan dengan dua sistem, daring dan luring,” tambah HS. (wia/laz)

Jogja Utama