RADAR JOGJA – Kemantren Kotagede Jogja deklarasikan tuntas vaksin Covid-19 bagi penduduk layak vaksin. Ini menjadi wilayah pertama, yang berhasil menuntaskan setidaknya suntikan dosis pertama bagi masyarakat kota maupun domisili setempat.

Mantri Pamong Praja Kemantren Kotagede, Rajwan Taufiq mengatakan jumlah sasaran wajib vaksinasi Covid-19 di wilayahnya sebanyak 28 ribu. Sekitar 90 persen sudah berhasil divaksin, sekitar 10 persennya belum divaksin. Mereka yang belum mendapat vaksin merupakan penyintas yang harus menunggu waktu 3 bulan baru bisa vaksin maupun memiliki penyakit bawaan atau komorbit.

“Jadi mereka masih kami pantau, nanti bisa memilih mau dilayani vaksin setiap hari Rabu di kemantren atau jadwal reguler di puskesmas setiap harinya. Insyaallah semoga tuntas,” katanya.

Selama ini, untuk menuntaskan vaksinasi warganya itu melalui koordinasi dengan RT/RW melakukan penyisiran dan relawan perempuan mengajak warga dari rumah ke rumah untuk vaksin. Pihaknya juga dibantu Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Kotagede. Sampai akhirnya Kemantren Kotagede telah tuntas vaksin untuk warga yang layak vaksin.
“Kasus Kotagede sudah nol sejak semingguan ini sudah bebas, yang aktif tingal satu atau dua. Tapi kelihatannya sudah selesai,” tambahnya.

Sementara ketua harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan semula kemantren Kotagede pertama kali berhasil mendeklarasikan tuntas vaksinasi bagi warga lanjut usia. Kali ini menyusul pula pertama kali wilayah berhasil mendeklarasikan tuntas vaksinasi bagi penduduk setempat layak vaksin. Padahal, pada awal September Kotagede menjadi wilayah paling tinggi dengan warga setempat yang belum divaksin. “Ini perlu apresiasi karena percepatan seluruh perangkat pemerintah, ” katanya saat deklarasi tuntas vaksin di Kemantren Kotagede Rabu (29/9).

Wawali Kota Jogja itu menjelaskan rata-rata realisasi vaksinasi beberapa kemantren di Kota Jogja mencapai di atas 90 persen. Beberapa kemantren yang akan menyusul Kotagede untuk deklarasi tuntas vaksin ialah Pakualaman, Gondokusuman, dan Jetis. Penduduk layak vaksin yang dituntaskan dari hasil penyisiran data ini ialah tidak hanya bagi warga ber-KTP Jogja melainkan juga warga berdomisili di kota Jogja. Diperkirakan dalam waktu sepekan ke depan seluruh kemantren sudah tuntas vaksin dosis pertama. “Kami terus bergerak agar seluruh warga kota betul-betul tervaksin. Tapi, untuk dosis kedua juga sudah mulai jalan, mudah-mudahan November sudah selesai,” ujarnya.

Efektifitas dari vaksinasi tersebut sudah sangat terasa terutama kasus harian yang muncul mengalami penurunan signifikan. Dilihat dari bulan Juli lalu mencapai 100-800 kasus baru per hari. Hampir 10 hari ini, kasus baru yang muncul hanya di bawah 15 orang per hari. Jumlah kasus aktif Covid-19 yang dirawat maupun isolasi di Kota Jogja sekitar 166 orang. Sedangkan keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit di Kota Jogja sekitar 16 kamar dan shelter 6 kamar.

“Dalam dua minggu ini capaian terbaik sejak Agustus tahun lalu. Artinya apa yang kami lakukan bisa menekan kasus Covid-19 dan angka kematian sedemikian rendah, dan mendorong jumlah warga yang divaksin semakin banyak,” jelasnya.

Meskipun demikian, masyarakat tetap diminta menjaga protokol kesehatan (prokes). Dikhawatirkan bisa muncul gelombang berikutnya manakala prokes diabaikan dan tidak sungguh-sungguh dijalankan. (wia/bah)

Jogja Utama