RADAR JOGJA – Masih sedikit ketertarikan para pelaku usaha kecil dan mikro (UKM) dalam memasarkan produk melalui online. Sebanyak 15 pelaku usaha terpilih promosi produk perdana secara offline di Griya UMKM, Jalan Taman Siswa Selasa (28/9).

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja, Tri Karyanto Riyanto mengatakan kegiatan tersebut untuk membantu memfasilitasi para pelaku UKM memasarkan produknya secara luring. Sebab selama pandemi, mereka semua beralih pemasaran produk secara online.

“Ini pameran perdana, kita mencoba menangkap peluang sekecil apapun untuk mempromosikan produk-produk UKM,” katanya usai acara pembukaan Festival Fashion dan Craft 2021.

Menurutnya, tidak semua UKM memiliki produksi produk intens tertarik dengan pemasaran online. Tetapi pemasaran secara offline, seharusnya tidak terlalu dikedepankan. Sebab, Dinperinkop UKM juga telah menjalin kerjasama dengan salahs satu marketplace.

Dalam pameran tersebut didominasi oleh produk batik, baik fesyen, kain, atau aksesoris. Pameran tersebut sebagai momentum peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober mendatang. Serta dalam rangka HUT Kota Jogja ke 265 tahun bertajuk ‘Tanggap Tanggon Tuwuh’ pada 7 Oktober mendatang.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kota Jogja, Tri Kirana Muslidatun mengatakan upaya penjualan offline melalui pameran ini dihidupkan karena untuk merespon para perajin atau pelaku UKM yang selama ini tidak mampu menjalankan penjualan secara online. Meski begitu, Ana Haryadi sapaan akrabnya, mendorong mereka bisa melakukan penjualan online. Sebab, market Indonesia untuk penjualan online dinilai sangat tinggi mencapai Rp2 triliun dalam sebulan.

“Kami akan bimbing para UMKM ini agar ikut sebagian dari omzet jualan Indonesia. Itu harus kami usahakan agar kepandaian dan keahlian perajin bermanfaat dan bisa mendapatkan kelayakan jual serta bagian dari ekonomi meningkat,” katanya.

Pihaknya, juga bakal menggelar pelatihan penjualan online yang bekerjasama dengan semua link marketing online. “Karena sesungguhnya kreasi dari para pengrajin UMKM sangat layak jual. Bahkan kalau bisa go internaisonal sangat layak kiya jual,” imbuhnya.

Salah satu peserta dari Forkom Ngampilan, Yuli Astuti menyambut baik adanya pameran ini. Ini sebagai bentuk tanda semangat untuk mulai memproduksi barang atau produk-produk baru lagi yang lebih banyak. Sebab selama pandemi, stok produk yang diproduksi sangat terbatas lantaran penjualan yang menurun drastis 70 persen. “Harapan kami penjualan tidak hanya offline tapi juga online dan bisa go nasional atau internasional,” katanya. (wia/bah)

Jogja Utama