RADAR JOGJA – Rencana pemerintah melonggarkan penonton hadir dalam event mendapat sambutan positif. Para pekerja event berharap wacana tersebut bukan sekedar angin lalu.

Salah seorang project manager event organizer (EO) Jogja, Stephani Arum Sari mengaku kabar tersebut seperti angin segar bagi bagi para pelaku event. “Saya waktu baca akan ada lampu hijau dari pemerintah, langsung plong. Berarti akan ada kesempatan bagi pekerja seni event terutama di jogja untuk kembali berkarya lagi,” ujarnya.

Menurut Stephani, ajang daring yang terus digelar selama pandemi membuat masyarakat bosan. Acara daring juga disebut tidak bisa menggantikan euforia acara luring. “kami sudah rindu menggelar konser, rindu hiruk pikuknya, rindu gelegar penonton dan penampil, semoga tidak hanya angin lalu saja ya,” harapnya.

Sementara itu Sekprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji menyatakan acara seperti konser dan sejenisnya akan diizinkan. Namun, menurut dia jumlah penonton tetap harus dibatasi.

Jumlah penonton yang bisa hadir juga tergantung venue yang akan digunakan untuk acara tersebut. Juga penyelenggara acara tetap perlu izin ke Satgas Covid-19. “Nanti izin tetap harus disampaikan kepada satgas, baik itu provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa lalu nanti satgas akan menilai,” jelas Aji.

Seperti diketahui, pemerintah pusat memberikan izin untuk acara berskala besar digelar di tengah pandemi Covid-19. Seperti konser musik, konferensi, pameran, hingga resepsi pernikahan. Izin diberikan berkenaan dengan penurunan kasus positif virus korona di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan jenis acara besar yang boleh digelar antara lain festival, konser musik, pesta, acara olahraga, resepsi pernikahan besar, dan konferensi.

Kemudian ada kompetisi sepak bola Liga 1 dan 2 serta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua termasuk acara berskala besar yang telah diizinkan pemerintah. Johnny G. Plate mengatakan izin diberikan demi mewadahi aktivitas masyarakat agar tetap produktif tapi tetap aman dari penularan Covid-19. Pula, guna memulihkan ekonomi terutama sektor pariwisata. “Tentu saja penyelenggaraan kedua acara besar tersebut telah melalui diskusi berbagai pihak guna menekan risiko penularan virus,” ujar Johnny. (kur/bah)

Jogja Utama