RADAR JOGJA – Salah satu kriteria peningkatan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov DIJ adalah adanya inovasi. Untuk itu, Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mewajibkan adanya realisasi satu inovasi setiap tahunnya di OPD lingkup pemprov.

Aji menilai, sejauh ini pelaksanaan realisasi satu tahun satu inovasi itu sudah cukup bagus. Meski harus diakui tetap harus ada peningkatan. “Saat ini OPD DIJ yang ada di lingkup pemprov tidak ada nilai merah dan kuningnya. Semuanya biru dan hijau, artinya baik dan sangat baik,” ujar mantan kepala Disdikpora DIJ ini.

Aji juga menyampaikan, pimpinan OPD DIJ terus melakukan koordinasi untuk mempertahankan capaian sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (SAKIP) DIJ. “Seperti kita ketahui bersama, kita telah mendapatkan nilai AA untuk SAKIP sebanyak tiga kali. Capaian AA ini merupakan satu-satunya di Indonesia, sehingga harus terus mengupayakan agar prestasi ini dapat dipertahankan,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjutnya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Biro Organisasi Setda DIJ beserta OPD lain terkait reformasi birokrasi yang telah dilakukan juga telah mendapatkan nilai A. Ia menyebut inovasi yang dilakukan pada OPD Pemprov DIJ juga telah beradaptasi dengan teknologi.

Selain membuat berbagai aplikasi pendukung kinerja Pemprov DIJ, pihaknya juga senantiasa melakukan upaya agar sistem merit sebagaimana arahan MenPAN-RB dapat diwujudkan dengan baik. Adapun sistem merit merupakan sistem manajemen pengembangan SDM secara strategis dalam kebijakan dan manajemen aparatur sipil negara (ASN). Tujuannya melahirkan sumber daya ASN yang unggul dan selaras dengan potensinya.

Ia juga berharap, Diklat Stula yang dilakukan MA ini akan membawa banyak perubahan bagi organisasi MA sendiri. “Saya ucapkan selamat melakukan studi lapangan bagi para peserta diklat. Silakan selanjutnya dapat berkoordinasi dengan masing-masing OPD DIJ sesuai yang telah ditunjuk,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Diklat MA R. Yustiar Nugraha berharap, sinergi yang tercipta antara Pemprov DIJ dan MA dapat terus terjalin. “Saya berharap Pemprov DIJ dapat memberikan masukan dan usulan inovasi agar kami dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan,” harapnya.

Yustiar juga berharap penyelenggaraan diklat ini dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi peserta diklat kepemimpinan administratif agar lebih siap melakukan berbagai perubahan dalam rangka melakukan manajemen pegawai negeri sipil. (kur/laz)

Jogja Utama