RADAR JOGJA – Tingkat keterisian tempat tidur di 27 RS rujukan Covid-19 di DIJ terus menurun belakangan ini. Hal itu tak lepas dari penurunan kasus penularan Covid-19 yang belakangan juga terus terjadi.

Kondisi itu membuat sejumlah RS pun telah mengalihkan ruang perawatan Covid-19 untuk melayani pasien dengan keluhan penyakit umum. Besaran tempat tidur yang kembali dialihkan untuk pasien umum bahkan mencapai 60 persen.

“Artinya mengurangi ya bukan menghilangkan. Tempat tidur untuk pasien Covid-19 tetap ada,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DIJ, Pembajun Setyaningastuti.

Kendati ada pengurangan kapasitas, RS telah menyepakati perjanjian dengan pemerintah setempat, yakni untuk kembali mengadakan ruangan perawatan Covid-19 sewaktu-waktu. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi jika kembali terjadi.

“Begitu angka naik lagi kasusnya mereka siap kembali mendedikasikan untuk Covid-19. Jadi seperti itu. Mudah-mudahan tidak ada gelombang lagi ya,” paparnya.

Saat ini tingkat keterisian tempat tidur di RS rujukan Covid-19 berada di angka 20 persen. Per Selasa (21/9) lalu, untuk bed non critical tercatat ada 1.615 tempat tidur yang didedikasikan untuk merawat pasien Covid-19. Sedangkan sebanyak 307 tempat tidur tengah digunakan untuk merawat pasien Covid-19.

Sedangkan untuk ruang critical atau ICU, saat ini total ketersediaannya ada 248 ruangan dan yang sedang digunakan ada 85 ruangan. Menurut Pembajun, yang perlu diwaspadai saat ini adalah tingkat keterisian ruang ICU yang mencapai 35 persen. “Walaupun itu masih di bawah angka nasional juga. Kita hanya 35 persen keterisiannya,” terangnya.

Hingga saat ini, Dinkes DIJ masih berupaya untuk merekrut relawan maupun tenaga kesehatan. Upaya ini merupakan langkah pemulihan agar fasilitas layanan kesehatan dapat terus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal. “Bagaimanapun teman-teman yang memberikan layanan Covid-19 perlu recovery juga,” jelasnya.(kur/bah)

Jogja Utama