RADAR JOGJA – Penerapan ganjil genap kendaraan yang masuk kota Jogja segera diterapkan pada akhir pekan ini.  Malioboro yang mulai ramai, akan dilakukan penerapan ini.

Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan penerapan ganjil genap sudah dimulai pada tahap percobaan di tempat wisata. Pekan ini, akan dimulai lagi ganjil genap, termasuk di Malioboro. “Kami ikutkan (ganjil genap, Red) untuk Sabtu-Minggu,” katanya.

Teknisnya, Polresta menyiapkan tiga pos jaga di akses masuk Malioboro. Antara lain Pos Polisi Tugu, Pos Polisi Teteg Parkir Abu Bakar Ali, dan juga Gardu Anim. Penerapan tersebut akan berlaku untuk seluruh kendaraan baik roda dua maupun mobil dan bus berdimensi besar. Tidak hanya bagi pelat luar kota melainkan juga berlau pelat dalam kota. ”Tanggal ganjil untuk pelat nomor ganjil dan tanggal genap untuk pelat nomor genap,” terangnya.

Skemanya hampir sama dengan penyekatan. Titik-titik penyekatan yang ada selama ini dialihkan untuk penerapan ganjil genap. Maka keberadaan pos tersebut difungsikan sebagai titik penyekatan untuk menyeleksi pelat kendaraan ganjil dan genap yang hendak masuk Malioboro.

Meskipun penerapan itu bakal dilakukan menjelang akhir pekan ini, untuk jalan-jalan lain di kota masih bisa dilewati seperti biasa. Penerapan ini difokuskan di Malioboro, juga karena faktor pengalaman tiap akhir pekan sudah mulai banyak masyarakat mengunjungi.

Tiap akhir pekan, mencapai 157 bus lebih yang masuk ke kota Jogja. “Kami sesuaikan bersama cari yang terbaik, orang bisa berwisata tapi masyarakat tetap aman dan sehat,” tambahnya.

Sementara Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan penerapan ganjil genap menjadi kewenangan dari jajaran Polresta Jogja. Sebab ini menyangkut dengan pengaturan lalu lintas kendaraan. “Sekali lagi Jogja adalah bukan kota yang semuanya destinasi wisata,” katanya.

HP menjelaskan ketidakmudahan tersebut disebabkan karena Jogja merupakan wilayah aglomerasi. Dimana menjadi satu-satunya pusat aktivitas seluruh masyarakat tidak hanya warga kota Jogja sendiri. Sehingga dalam pelaksanannya nanti melibatkan lintas OPD terkait seperti TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan petugas Satpol PP.

Pun yang sangat diwanti-wanti saat sudah penerapan nanti ialah dampak kemacetannya. Manakala, tidak dilakukan penyekatan melalui perbatasan kota dikawatirkan yang tidak lolos masuk akan menyebkan kemacetan lalu lintas.
“Misalnya sudah mendekati kota kemudian kami atur sedemikian rupa maka buangannya itu yang harus diperhatikan karena bisa membuat macet dimana-mana juga,” jelasnya.  (wia/bah)

Jogja Utama