RADAR JOGJA – Kasus pelemparan bom molotov ke kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jogjakarta pada Sabtu (18/9) lalu masuk pada pemeriksaan saksi. Sejauh ini sudah ada tiga orang saksi yang diperiksa terkait kasus tersebut.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolresta Jogjakarta, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro. “Laporan sudah kami terima kebetulan pihak LBH yang datang usai kejadian, sudah ada 3 orang yang kami mintai keterangan,” terang Purwadi kemarin (20/9).

Purwadi menerangkan, pihaknya akan mengusut kasus dugaan teror yang berpotensi mengancam jiwa. Aksi teror dilakukan oknum tak bertanggung jawab dengan melempar diduga bom molotov ke kantor LBH. “Itu menjadi atensi di atas, tapi kami tetap bekerja. Semaksimal mungkin kami lakukan,” terang Purwadi.

Diakuinya, hasil olah TKP yang dilakukan jajarannya belum menemukan banyak petunjuk. Pasalnya barang bukti yang sudah diamankan masih minim. “Kami belum banyak menemukan petunjuk dan masih minim bukti,” lanjutnya.
Sementara itu Direktur LBH Jogjakarta, Yogi Zul Fadhli mendesak kepolisian mengungkap kasus tersebut. Tak hanya pelaku, jika ada dalang dibalik aksi teror itu harus ditunjukkan sejelas-jelasnya.

Yogi meminta, harus ditemukan dan diungkap terang benderang. Motifnya juga harus dikuak sejelas-jelasnya. “Kami menekankan, seluruh proses hukum ini mesti ditempuh oleh polisi secara independen, mengedepankan asas keterbukaan, profesionalitas dan akuntabilitas,” ujarnya. (kur/pra)

Jogja Utama