RADAR JOGJA – Pemkot Jogja punya pekerjaan rumah menuntaskan 100 persen vaksinasi warga Kota Jogja akhir bulan ini. Ditemukan sebanyak 131.407 warga tercatat belum menerima vaksin Covid-19 karena berbagai faktor.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, bisa saja warga tersebut memang memiliki nomor induk kependudukan (NIK) Kota Jogja tetapi tidak berdomisili di Jogja. Tetapi bisa juga karena faktor lain yaitu tidak memenuhi syarat vaksin diantaranya baru saja menjadi penyintas yang kemudian harus menunggu tiga bulan, memiliki komorbit, atau memang menolak vaksinasi. “Data itu sudah disampaikan ke wilayah untuk kemudian dilakukan validasi oleh RT,” katanya, kemarin (8/9).

Seluruh RT dihimbau segera menyampaikan hasil validasi kepada kelurahan. Agar kelurahan setempat dapat segera menyelesaikan rekapitulasi sekaligus entry data hasil validasi ke dalam sistem aplikasi Jogja Smart Service pada akhir pekan ini untuk kemudian mendapatkan jadwal vaksinasi.

Maka vaksinasi bagi warga hasil dari penyisiran data ini dapat dilakukan di sentra-sentra vaksinasi seperti XT Square, PDAM Tirtamarta, dan SMA Negeri 7 Jogja. Tidak serta merta, pelayanan vaksinasi bisa dimungkinkan lebih dekat hingga ke wilayah setempat. “Tapi minimal ada 500 sasaran vaksinasi,” ujarnya.

Hingga Selasa (7/9), jumlah warga ber-NIK Kota Jogja yang sudah mendapat vaksinasi sebanyak 217.998 orang atau 62,4 persen dari total warga wajib vaksin, berusia lebih dari 12 tahun. Jika mengacu pada kecepatan vaksinasi di Kota Jogja yang bisa mencapai 10 ribu dosis per hari, asumsinya vaksinasi bisa diselesaikan dalam waktu dua pekan ke depan. “Mudah-mudahan pada akhir September seluruh warga Jogja yang wajib vaksin sudah tervaksin,” jelasnya.

Mantri Pamong Praja (MPP) Kemantren Kotagede, Rajwan Taufiq mengatakan dari data hasil penyisiran yang sudah masuk rerata warga belum tervaksin karena banyak yang ber-NIK kota tetapi tidak berdomisili di kota Jogja. Di wilayahnya itu ada sekitar 14 ribu warganya yang belum tervaksin. “Tetapi setelah dilakukan penyisiran ulang, diketahui ternyata sekitar tujuh ribu warga itu tidak ada di Kotagede,” katanya yang kemudian data tersebut langsung dimasukkan dalam sistem oleh kelurahan.

Hal senada disampaikan MPP Gondokusuman, Guritno yang memperkirakan hanya ada sekitar 29 ribu warga dari total 37 ribu warga ber-NIK Kota Jogja yang bertempat tinggal di kecamatan tersebut. (wia/pra)

Jogja Utama