RADAR JOGJA – Paguyuban PKL Urip Sejahtera dan juru parkir di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo Jogja, bersyukur karena harapan penyekatan di Jalan Urip Sumoharjo dibuka. Bahkan mereka juga mendapatkan bantuan paket sembako dan masker.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan langsung kepada anggota DPRD DIJ KPH Purbodiningrat dan anggota DPRD Kota Jogja Endro Sulaksono, saat penyerahan bantuan 175 paket sembako dan masker dari Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia, Selasa (24/8). “Kami berterima kasih, karena setelah menyampaikan aspirasi ke Kanjeng Purbo, pada 23 Juli lalu penyekatan Jalan Urip Sumoharjo akhirnya dibuka,” kata Ketua Paguyuban PKL Urip Sejahtera Sawestri.

Menurut dia, sejak dilakukan penyekatan jalan pada awal penerapan PPKM Darurat, yang dilanjutkan dengan PPKM level 4, praktis pemilik toko, PKL dan juru parkir di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo, Jogja tak bisa beraktivitas. Tak ada pendapatan. Karena tidak ada pengunjung yang datang. Padahal selama pandemi pendapatan mereka sudah turun. “Sebelum PPKM pendapatan sudah turun 50 persen, setelah PPKM jadi 0 persen, tapi setelah dibuka ini sudah ada yang datang, meski pendapatan belum seperti sebelumnya,” kata dia.

KPH Purbodiningrat sendiri mengaku mendapat keluhan dari pelaku ekonomi di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo karena penyekatan jalan. Karena itu, begitu ada pelonggaran penyekatan di lokasi lain, seperti Malioboro, dia juga meminta dilakukan pelonggaran di Jalan Urip Sumoharjo. Yang akhirnya dikabulkan Polresta Jogja. “Saya hanya berusaha mengomunikasikan dengan stakeholder dan akhirnya dikabulkan,” tuturnya.

Tak hanya itu, menantu Raja Keraton Jogja itu pun menyempatkan untuk meninjau langsung kondisi di Jalan Urip Sumoharjo setelah dibuka penyekatan. Dia juga membawa paket sembako dari GKR Indonesia untuk PKL dan jukir di sana. Politisi PDIP itu menyebut, bantuan sembako ini dipikih karena PKL dan jukir sangat terdampak selama penerapan PPKM dan penyekatan jalan. “Bantuan ini dari para puteri dalem, berupa kebutuhan mendasar, sembako,” ungkapnya.

Sementara itu, Endro Sulaksono menambahkan, setelah adanya pembukaan penyekatan jalan, para pelaku ekonomi di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo diwanti-wanti untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal itu untuk menghindari kembali terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19. “Karena kalau kasus melonjak lagi, Bila-bila ditutup lagi,” pesannya. (pra)

Jogja Utama