RADAR JOGJA – Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 disebut mampu menurunkan kasus positif Covid-19. Sepekan terakhir, tak lebih dari 100 pasien baru yang harus menjalani perawatan Covid-19.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan masyarakat sudah memiliki kesadaran tinggi dan mampu memahami akan pesan dari penerapan PPKM selama ini. Salah satunya, mampu menggerakkan bersama bahwa berada di rumah lebih baik untuk mengurangi mobilitas. ” Selama kasus meningkat Juli yang kita inginkan adalah bisa menekan kasus dengan cara mengurangi mobilitas,” katanya di DPRD Kota Jogja, Senin (23/8).

HP menjelaskan, beberapa faktor yang diklaim memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan kasus di Kota Jogja yaitu penerapan penyekatan. Sebab, penerapan penyekatan ini dinilai sangat berpengaruh terhadap penurunan mobilitas masyarakat. Baik penyekatan tingkat kota di beberapa ruas jalan maupun di kampung-kampung yang secara sadar menyekat wilayah ketika muncul kasus baru. Faktor lain juga adanya pemadaman lampu PJU dan lampu taman di kota Jogja. “Itu semua pesannya adalah untuk mengurangi mobilitas, warga tidak keluar dan memilih berada di rumah,” ujarnya.

Praktis, hampir dua bulan penerapan PPKM Level 4 ini kasus di Jogja menurun signifikan. Pertumbuhan kasus baru setiap hari sudah di bawah 100 pasien selama sepekan terakhir. Tingkat kesembuhan juga diklaim tinggi. Hal ini juga menunjukkan bahwa gerakan ketaatan masyarakat kota untuk segera mengisolasikan diri juga terpenuhi untuk menekan sebaran virus korona. “Ada kasus di RT, RW atau kampung, wilayah tersebut langsung disekat sehingga tidak ada pertumbuhan kasus.,” jelasnya.

VAKSINASI: Seorang transpuan mendapat suntikan vaksin Covid-19, di Graha Wana Bhaktiyasa, Jogja, (GUNTUR AT/RADAR JOGJA

Di Kulonprogo, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan, selama dua hari terakhir ini penambahan kasus harian memang mengalami penurunan cukup signifikan. Hal itu terlihat pada penambahan kasus konfirmasi positif yang terctat dibawah 100 kasus. Pada Sabtu (21/8) tercatat 76 kasus dan pada Minggu (22/8) hanya 44 kasus.

Kondisi tersebut berbeda dengan penambahan kasus harian pada periode bulan lalu yang jumlahnya bisa mencapai 100-200 kasus positif per hari. “Semoga kondisi ini terus berlanjut dan pandemi bisa segera berakhir,” ujarnya.

Selain menurunnya kasus konfirmasi positif, tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Kulonprogo juga terus merendah. Sesuai catatan gugus tugas setempat, tingkat keterisian rumah sakit rujukan hanya 47,73 persen dan untuk antrian IGD sebesar 51,52 persen. Jumlah padukuhan dengan status zona merah penularan Covid-19 di juga sudah tidak ada. Sebelumnya jumlah zona merah di Kulonprogo mencapai puluhan padukuhan. Namun demikian untuk wilayah dengan status zona oranye masih cukup banyak, ada 20 padukuhan. “Dengan ketaatan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, kami optimis bisa mempercepat penurunan penambahan Covid-19 di Kulonprogo,”imbuh Baning. (inu/wia/pra)

Jogja Utama