RADAR JOGJA – Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial (Kemensos) telah menggulirkan bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp 600 ribu untuk Mei dan Juni 2021. Bantuan ini digulirkan secara bersamaan selama Juli kemarin. Kemudian disusul bantuan tambahan beras 10 kilogram, berjalan sampai 6 Agustus mendatang.

Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Feri Istanto mengatakan, bantuan beras dapat diambil di kantor kalurahan setempat. Berasnya dari bulog yang didistribusikan oleh PT Pos Indonesia. Karena tren penularan kasus positif Covid-19 lingkup keluarga masih tinggi di Sleman. Dan ada kemungkinan satu KK tengah menjalani isolasi mandiri (isoman), maka pengambilan bantuan dapat diwakilkan oleh orang lain. Dengan syarat tertentu.”Syaratnya, meminta surat keterangan dari RT/RW diketahui lurah setempat. Serta data penerima bansos,” ungkap Feri dihubungi, Rabu (3/8).

Dijelaskan, seharusnya pengambil bansos langsung penerima dalam satu KK. Namun karena kondisi ini, khusus bantuan beras 10 kg, dapat diwakilkan. Sementara pencairan BST teknisnya, dilakukan oleh PT Pos Indonesia. “Kalau rupiahnya, teknisnya bagaimana saya belum tahu,” kata dia.

Ada 39.426 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan beras 10 kg di Kabupaten Sleman. Disalurkan di 86 Kalurahan. Penyaluran bantuan kerap kali menemukan kendala. Mulai dari tidak tepat sasaran maupun data anomali. Seperti halnya warga Sleman berpindah penduduk dan belum mengurusi administrasi kependudukannya. Termasuk perantau.

Feri menyebutkan, 40 persen warga Sleman per KK tercover bantuan. Dengan prosentase bantuan program keluarga harapan (PKH) BST sebanyak 84 ribu KK. Bantuan sembako non PKH 40 ribuan KPM. Paket sembako dari pemkab tiga ribu. Ditambah bantuan dari polres dan kodim, dan juga perluasan bantuan lainnya. Total bantuan keseluruhan mencapai 140 ribu KK. “Mungkin, sekitar 40 persenan ada lah yang tercover. Sebagian mengacu pada data Bansos BST April lalu,” terangnya.

Terpisah Lurah Hargobinangun, Pakem, Amin Sarjito mengatakan, bantuan BST sudah digulirkan di Kalurahan Hargobinangun pada 31 Juli lalu. Menyasar 586 KPM. Disusul pembagian beras, pada 1 Agustus. Pendistribusian bantuan berlangsung aman. Sesuai jadwal dalam undangan dan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Kalau yang diwakilkan karena isoman, tidak ada,” katanya. Hanya saja ada 10 KK yang belum dapat mencairkan bantuan sebesar Rp 600 ribu itu. Karena data nama penerima dengan NIK kependudukan tidak sinkron. (mel/pra)

Jogja Utama