RADAR JOGJA – Antusias masyarakat mengikuti vaksinasi tak dibarengi dengan jumlah vaksin yang ada. Di Kota Jogja jumlah stok vaksin menipis. Bahkan vaksinasi di puskesmas-puskesmas terpaksa ditunda.

Kepala Puskesmas Gedongtengen Kota Jogja Tri Kusumo Bawono mengatakan, sementara waktu pelayanan vaksinasi dosis pertama di puskesmas ditutup. Saat ini tengah fokus untuk pelayanan vaksinasi dosis kedua bagi peserta yang melakukan vaksinasi dosis pertama di puskesmas Gedongtengen. “Kami mencukupi untuk dosis pertama sampai yang terjadwal 12 Agustus saja. Di atas itu kami masih menunggu droping vaksin lagi,” katanya, Selasa (3/8).

Adapun stok vaksin yang ada saat sebanyak 720 dosis, itupun diprioritaskan untuk menyelesaikan penyuntikan dosis kedua untuk satu minggu ke depan. Sebab terkait ketersediaan stok vaksin mengacu Dinas Kesehatan Kota Jogja yaitu melakukan permintaan setiap satu minggu sekali. “Kalau vaksin, kita tidak bisa memprediksi bulanan, karena droping-nya mingguan,” jelasnya.

Jumlah warga yang sudah divaksin di puskesmas Gedongtengen dosis pertama sebanyak 3.714 orang. Dari yang datang berjumlah 3.950 orang. Sisanya masih ditunda. Sementara, untuk penyuntikan dosis kedua sebanyak 1.394 orang dari yang datang 1.414 orang. Serta ditunda sebanyak 20 orang.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) mengatakan, menipisnya ketersediaan vaksin ini tidak selaras dengan program percepatan vaksinasi yang sudah dicanangkan yaitu Jogja Merdeka Vaksin. Pemkot Jogja mempunyai target 75 persen penduduk kota sudah tervaksin pada 17 Agustus mendatang. Dan mengupayakan 100 persen warga kota tervaksin hingga akhir bulan Agustus. Sehingga, herd immunity bisa tercapai. ” Agustus ini percepat pelaksanaan vaksinasi, tapi harus menyesuaikan dengan distribusi vaksin yang ada,” katanya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja itu pun meminta kepada Pemprov DIJ agar bisa menjaga distribusi vaksin Covid-19 untuk Kota Jogja. Terlebih seiring bergulirnya gerakan Jogja Merdeka Vaksin, otomatis agresivitas Pemkot dalam memvaksinasi penduduk ber-KTP Jogja semakin gencar dan masif. Pelaksanaan vaksinasi digelar dibeberapa titik, sehingga stok yang ada pun lebih cepat habis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, sudah melakukan pengajuan permohonan alokasi tambahan vaksin kepada Pemprov DIJ. Terlebih akhir Juli lalu, meminta 100 ribu dan menyusul 240 ribu untuk mengejar Jogja Merdeka Vaksin. Dan terakhir minggu kemarin ini sekitar 13 ribuan dosis vaksin datang lagi tetapi keluar masuk. “Sekarang stok vaksin di gudang sekitar 11 ribuan dosis Sinovac. Ditambah dosis di puskesmas rumah sakit dan klinik yang melayani vaksinasi,” katanya.

Kebutuhan untuk menyelesaikan penyuntikan dosis kedua hingga akhir Agustus mencapai 51 ribu dosis. Disebut, stok yang ada sekarang pun masih kurang untuk menyelesaikan penyuntikan dosis kedua. Meski begitu, diharapkan dalam waktu dekat ada tambahan stok secara bertahap untuk Kota Jogja. Terkait penambahan stok vaksin ini pihaknya masih berupaya mengajukan ke Pemprov DIJ maupun pusat. Baik untuk vaksin Sinovac maupun Astrazaneca.

Terlebih, penerima vaksin Astrazaneca sejak pertengahan Mei lalu sudah harus segera dilakukan penyuntikan dosis kedua pada pertengahan Agustus ini. Pasalnya dalam waktu dekat kota Jogja akan mendapatkan dosis kedua terutama untuk vaksin Astrazaneca. “Selebihnya kami tinggal nurut saja sedatangnya, memang aturannya harus satu pintu lewat DIJ jadi kami tetap nunggu,” tambahnya.

Hingga saat ini, capaian warga Kota Jogja yang sudah mendapat vaksinasi mencapai sekitar 127.000 orang dari sekitar 350.000 warga berusia 12 tahun ke atas yang boleh menerima vaksinasi. (wia/pra)

Jogja Utama