RADAR JOGJA – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang diwacanakan dimulai pada tahun ajaran baru Juli mendatang terancam ditunda. Pemkot Jogja tidak akan mengizinkan sekolah tatap muka jika sebaran Covid-19 masih tinggi.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan sekolah tatap masih terus disiapkan. Tetapi, sekolah luring itu akan sulit terealisasi jika lonjakan kasus Covid-19 masih belum terkendali. Keselamatan, peserta didik dan seluruh tenaga pendidik menjadi prioritas utama. “Sekolah tatap muka kita mempersiapkan, tetapi kalau masih kondisinya seperti ini ya memang kita belum berani mengizinkan,” katanya Minggu (27/6).

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja itu menjelaskan, satgas kota tengah berupaya menelusuri sumber penularan yang terjadi di Kota Jogja untuk mencari formula memutus mata rantai. Dengan demikian, jika sebaran sudah bisa terpetakan dan terpolakan maka kasus yang terus meningkat ini akan bisa dikendalikan. “Selama itu belum jelas, asal usul penyebabnya darimana ya kita masih belum bisa memberikan kesempatan pada sekolah untuk tatap muka,” tandasnya.

Terpisah, Kepala SD Negeri Lempuyangwangi, Esti Kartini memilih untuk mengikuti aturan dari pemkot atau Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja jika PTM ditunda akibat situasi pandemi yang belum kondusif dan terkendali. Terlebih, munculnya kekhawatiran orang tua wali murid juga yang utama menjadi kekhawatiran pihak sekolah kala mengadakan PTM ditengah kasus yang masih tinggi. “Situasi seperti ini kami juga ragu akan kesanggupan orang tua atau izin dari orang tua untuk peserta didik ke sekolah,” katanya.

Walaupun, pihak sekolah sudah memberlakukan protokol kesehatan yang ketat untuk peserta didiknya. Selama empat minggu sudah melakukan simulasi PTM, otomatis sarana prasarananya pun sudah disiapkan. Maupun untuk materi pembelajaran itu sendiri. Tetapi, kembali lagi kesehatan peserta didik dan warga sekolah menjadi prioritas utama. (wia/pra)

Jogja Utama