RADAR JOGJA – Reality show pencairan bakat memasak MasterChef Indonesia season delapan ini ada wakil dari DIJ. Meski aslinya berasal dari Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Siapa dia?

HERY KURNIAWAN, Jogja, Radar Jogja

La Ode Saiful Rahman adalah nama lengkapnya. Ia akrab disapa Foel La Ode. Pemuda asal Pulau Muna, Sulawesi Tenggara ini saat ini tengah bersaing di ajang MasterChef Indonesia, sebuah ajang lomba memasak yang populer di salah satu stasiun televisi swasta. Ia disebut potensial meraih gelar juara pada ajang tersebut di tahun ini. Namun, rupanya La Ode sempat lama ditempa di DIJ sebelum bisa menembus ajang bergengsi itu.

Foel La Ode pertama kali menginjakkan kaki di DIJ pada 2015 lalu. Kala itu ia yang baru lulus SMA dari Kendari, Sulawesi Tenggara, menyusul kakaknya yang berkuliah di salah satu kampus negeri di Sleman. Namun, kala itu La Ode tidak berniat untuk berkuliah.

Ia hanya mau merantau saja di kota pendidikan ini. Tujuannya pun kala itu masih belum jelas. Ia hanya menyiapkan badan saja yang siap untuk bekerja dan mendapatkan ilmu sebanyak mungkin di DIJ.

Kemudian, ia mendapatkan pekerjaan di sebuah tempat kursus memasak. Saat itu, ia menjalankan pekerjaan seperti belanja, bersih-bersih dan sebagainya. Namun, tak berselang lama, La Ode mendapatkan pekerjaan di tempat kurus tersebut. “Tapi kemudian, saya ditawari untuk belajar memasak di tempat kursus itu,” kenang pemuda 25 tahun itu.

La Ode dengan ramah dan bersemangat menceritakan awalnya dia tidak bisa memasak. Namun, setelah menjalani kursus ia menemukan kenikmatan dalam tersebut. Ia bisa menuangkan imajinasi yang ia miliki ke dalam masakan yang nikmat dan menarik.

Kemampuan memasak yang didapat La Ode dari tempat kursus tersebut juga membuatnya memiliki pekerjaan. Ia sempat bekerja di beberapa hotel dan kafe di berbagai wilayah di DIJ.

Selain itu, La Ode juga beberapa kali mengikuti kompetisi memasak yang cukup bergengsi. Kendati demikian, ia mengaku sempat mengalami masa-masa sulit. Salah satunya ketika Pandemi Covid-19 mulai melanda dunia termasuk DIJ.
Saat itu, pria yang kerap mengenakan ikat kepala khas itu sempat kehilangan pekerjaan. Hal itu membuatnya terpaksa menunggak biaya sewa kos-kosan selama beberapa bulan. Namun, La Ode bersyukur mendapatkan ibu kos yang baik dan pengertian. “Luar biasa ibu kos itu, sangat pengertian,” katanya.

Beragam pengalaman luar biasa di DIJ itu membuat La Ode merasa bersyukur. Ia bisa mendapatkan tempaan yang bagus sehingga bisa pandai memasak dan menembus MasterChef Indonesia.

Dalam berkompetisi, La Ode tentu ingin menjadi yang terbaik. Namun, ia juga memiliki misi lain yang tak kalah mulia. Yakni mengenalkan kuliner serta kebudayaan khas Indonesia Timur khususnya dari Sulawesi Tenggara ke seluruh Indonesia.

Pada beberapa kesempatan, La Ode memang kerap memasak makanan khas Indonesia Timur di ajang MasterChef. Hal itu juga ia lakukan saat proses audisi. Saat audisi, Foel La Ode memasak nasi bakar dengan ikan cakalang. Masakan itu membuat tiga juri yakni, Arnold Poernomo, Juna Rorimpandey, dan Renatta Moeloek langsung terkesima. “Karena banyak sekali masakan Indonesia Timur itu yang nikmat, tapi tidak banyak yang dikenal,” tandasnya. (pra)

Jogja Utama