RADAR JOGJA – Pendaftaran PPDB jenjang SDN jalur cerdas istimewa di Kota Jogja ditutup Kamis (10/6). Sampai penutupan pendaftaran jalur tersebut pukul 14.00 tidak ada yang lolos memenuhi syarat untuk mendaftar jalur tersebut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Unit Layanan Disabilitas (ULD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, Aris Widodo mengatakan pendaftaran PPDB jenjang SDN jalur cerdas istimewa telah dibuka sejak 9-10 Juni kemarin. “Sampai penutupan pendaftaran jalur cerdas istimewa Kamis (10/6) pukul 14.00 tidak ada yang lolos memenuhi syarat untuk mendaftar,” katanya Jumat (11/6).

Jalur cerdas istimewa untuk mewadahi anak-anak yang memiliki kelebihan kecerdasan atau intelligence quotient (IQ) tinggi. Dengan syarat memiliki IQ minimal 130. Namun, hasil asesmen IQ kurang dari 130 skala weschler. Hasil assessment tertinggi dari calon peserta IQ hanya 125. Ada 3 asessmen pendaftaran jalur cerdas istimewa di ULD Kota Jogja itu dan 6 asesmen dari psikolog luar ULD Kota Jogja.

“Permasalahan pada IQ beda atau turun sedikit 1 digit sudah mempengaruhi klafisikasi dan mempengaruhi dalam penanganan pembelajaran. IQ 125 masuk kategori superior, IQ 130 atau lebih skala Weschler,” ujarnya.
Dimungkinkan, masa pandemi mempengaruhi faktor tidak mencapainya IQ minimal pada calon peserta didik baru itu. Menurutnya, kondisi lingkungan tidak bisa maksimal untuk mendukung anak cerdas istimewa. Sehingga jauh dari bawah kemampuan yang sebenarnya. “Sisa kuota lima persen dari jalur cerdas istimewa akan dimasukakn ke jalur zonasi,” jelasnya.

Dikatakannya, jalur cerdas istimewa ini pernah diterapkan di SDN Ungaran sejak sekitar tahun 2014 silam. Sudah terdapat 4 angkatan yang tiap angkatan sekitar 12 anak. Maka, pihaknya pun memiliki keyakinan untuk mencoba jalur tersebut dalam PPDB SDN tahun ini. “Konsep cerdas istimewa menggunakan pembelajaran sistalem SKS. Tapi ternyata dari tahap asesmen belum ada yang memenuhi syarat untuk mendaftar cerdas istimewa ini,” tambahnya. (wia/bah)

Jogja Utama