RADAR JOGJA – Momentum HUT ke-74 Pemkot Jogja dirayakan sederhana. Dengan pemotongan tumpeng di Kompleks Balai Kota Senin (7/5). Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) menyebut, 74 tahun menjadi usia yang matang untuk melanjutkan pencapaian kinerja menuju ekonomi bangkit.

“Tolong ini menjadi atensi bersama, badan yang sehat ekonominya berpotensi lebih baik. Sebaliknya orang yang ekonominya baik juga bisa beraktifitas menciptakan kesehatan, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi keluarga dan masyarakat,” katanya dalam perayaan potong tumpeng HUT ke-74 Pemkot Jogja, di Ruang Yudhistira.

Menurut dia, tema HUT pemkot kali ini, ‘Bersinergi melanjutkan penanganan Covid-19 untuk pemulihan ekonomi’, dibuat sebagai pengingat untuk menentukan arah ke depan. Demi mewujudkan pemerintahan yang lebih baik.
Namun, ada yang berbeda dalam kesempatan perayaan ini. Saat akan memberikan coretan pesan di atas kanvas kepada keluarga besar Pemkot Jogja. Namun, pesan ini hanya dituliskan oleh Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP). “Pak Heroe saja yang menuliskan pesan,” ujarnya.

Dalam pesan yang dituliskan, HP menulis, ‘Kita lanjutkan kinerja dan prestasi terbaik yang telah diraih dengan bekerjasama dan bersinergi memberikan layanan untuk melewati masa pandemi. Guna meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas ekonomi masyarakat Jogja’ “Kata-katanya ini melanjutkan ya lanjutkan, bekerjasama, dan bersinergi. Berarti iseh pengen ningkene,” tandas HS disusul tepuk tangan meriah tamu yang hadir.

HS mengajak jajaran pemkot merefleksi diri dengan prestasi dan inovasi-inovasi yang sudah banyak diraih selama ini. Tidak kemudian hal tersebut justru menjadikan lengah dan lupa diri. Dengan mempertajam lagi target-target pencapaian, bermartabat dengan semangat, jiwa yang berintegritas, profesional di dalam pelayanan.

Sementara itu, HP mengatakan, momentum HUT Pemkot ini akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan bersama dan tetap bersinergi untuk kinerja maupun prestasi yang sudah diraih selama ini. “Semoga ini menjadi spirit kita semua bahwa kita bekerja harus memberikan yang terbaik,” katanya.

Mantan wartawan itu menyebut tantangan pemerintah saat ini yang masih terus dilakukan seiring dengan penananganan Covid-19 ini ialah membawa dan mengantarkan masyarakat melewati pandemi. Salah satunya membangun kesadaran masyarakat dengan pola baru, kebiasaan baru untuk mampu meningkatkan kualitas ekonomi agar kondisi normal segera dapat diraih. “Ini menjadi sebuah kondisi yang harus kita hadapi sembari kita terus mengupayakan,” ujarnya.

Termasuk, sektor pariwisata. Mau tidak mau, harus menjalankan prokes Covid-19. Karena masyarakat yang datang dimungkinkan berasal dari berbagai daerah. Sehingga, keseimbangan terjaga antara penerapan prokes masyarakat Kota Jogja dengan sektor pariwisata yang juga disipilin prokes. Sehingga kebangkitan ekonomi segera bisa digapai. “Kalau melihat delapan hari terakhir paling tidak, ada gejala membaiknya perekonomian. Tapi kita ya harus antisipasi jangan sampai mobilitas warga yang sudah cukup tinggi ini berakibat pada peningkatan kasus Covid-19 nya,” ujar Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja itu.

Maka, lanjut HP, tahap capaian Jogja untuk Jogja ini adalah memontum penguatan pembangunan ekonomi masyarakat. Dalam rangka meraih nanti bonus meningkatnya derajat perekonomian yang semakin tinggi lagi. Terlebih, manakala mahasiswa hendak kembali lagi. Oleh sebab itu, tahapan Jogja untuk semuanya pun makin dekat diraih. “Tantangannya adalah orang-orang yang datang dari kebiasaan dari kota kabupaten sebelumnya juga bisa menyesuaikan dengan kebiasaan yang ada di Kota Jogja terutama pada masa pandemi ini,” tambahnya. (wia/pra)

Jogja Utama