RADAR JOGJA – Pendaftaran bantuan produktif usaha mikro (BPUM) tahun 2021 di Kota Jogja belum memenuhi kuota. Tahun ini sekitar 6 ribu UKM yang diprediksi akan mendaftar untuk bisa menerima bantuan tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Mikro (UKM) Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto mengatakan, sampai saat ini baru masuk sebanyak 2.148 UKM. Dari jumlah itu, 1.398 UKM yang terverifikasi. Sisanya 784 UKM masih menunggu verifikasi dari dinas.

“Mengapa belum terverifikasi, karena masih ada di kelurahan, kecamatan, belum dikumpulkan ke kami,” kata Totok, sapaannya. Ia menjelaskan sebelum diverifikasi pemerintah pusat, berkas yang masuk itu sejatinya diverifikasi dahulu lewat dinas pengampu.

Namun berkas yang masuk dari para pengusul dikumpulkan ke 45 kelurahan dan 14 kecamatan masing-masing baru diserahkan ke dinas. “Analisa saya potensi mencapai 6.000-an. Ini hanya sektiar 50 persen,” ujarnya.

Menurutnya, diasumsikan pemilik izin usaha mikro (IUM) di tahun 2020 bukan tidak mungkin pada tahun 2021 sudah tidak memiliki usaha. Karena pelaku UKM masih pasang surut. Kecuali jika mereka sudah melembaga CV atau sudah berbadan hukum.

“Ternyata sudah tahu diri dan tidak mengajukan, aku sudah tidak punya usaha kok. Jadi dasar kami pemilik IUM,” jelas Totok.

Terlebih jumlah 1.398 UKM yang sudah terverifikasi itu, satu pendaftar hanya coba-coba dan satunya ditolak karena UKM yang dimilikinya sudah bukan lagi klasifikasi usaha mikro melainkan sudah menjPendaftaran bantuan produktif usaha mikro (BPUM) tahun 2021 di Kota Jogja belum memenuhi kuota. Tahun ini sekitar 6 ribu UKM yang diprediksi akan mendaftar untuk bisa menerima bantuan tersebut.adi CV. Pada waktu mengusulkan, memang dikatakan yang bersangkutan memiliki IUM. Namun seiring perjalanan ada pembinaan dari dinas, sehingga setelah diverifikasi bukan lagi termasuk usaha mikro. “Kalau sudah CV, klasifikasi sudah tidak mikro lagi,” jelasnya.

Adapun verifikasi semacam itu ditujukan agar BPUM program pemerintah pusat itu tepat sasaran untuk usaha yang masih mikro. Sehingga usulan yang masuk pun benar-benar disortir dengan melibatkan dari kelurahan dan kemantren agar terseleksi dengan ketat.

Tidak serta merta langsung diloloskan begitu saja. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Jangan sampai punya IUM ternyata setelah diverifikasi usahanya tidak ada, karena sifat UKM pasang surut. Ketika mengajukan izin, dulu mungkin punya usaha, tapi karena sifat usahanya belum kuat, sudah tidak berusaha sampai saat ini. Ini kami mencermati sampai sana,” terangnya.

Usulan BPUM 2021 hingga saat ini masih berproses. Pendaftaran akan dibuka terus hingga 18 Juni mendatang. (wia/laz)

Jogja Utama