RADAR JOGJA – Pendaftaran Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 di Kabupaten Sleman segera dibuka. PPDB SD kali ini gunakan tiga jalur. Yaitu, jalur zonasi, afirmasi dan pindah tugas orang tua.
Dengan persentase, jalur zonasi minimal 75 persen. Afirmasi 20 persen dan pindah tugas orang tua 5 persen.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana menjelaskan, untuk jalur zonasi dibagi menjadi lima. Dimana tiap-tiap zona, calon peserta didik akan mendapatkan poin setara dengan tambahan umur.

Zona pertama, yaitu, satu lingkup padukuhan dengan lokasi sekolah. Siswa yang tinggal dalam lingkup ini, akan mendapatkan 300 poin. Atau setara dengan tambahan umur 10 bulan. Misalnya, usia anak baru 5,5 tahun dan berlokasi dekat dengan sekolah maka, akan diberikan tambahan umur tersebut. “Sehingga bisa masuk syarat minimal usia SD, 6 tahun,” ungkap Ery saat dihubungi Senin (31/6).

Zona kedua, berdasarkan lingkup padukuhan terdekat dengan sekolah, tetapi masih dalam satu kalurahan. Ini akan mendapatkan tambahan umur 6 bulan. Lalu zona tiga, berdasarkan padukuhan di luar zona dua tetapi masih dalam satu kalurahan. Ini akan mendapatkan tambahan usia empat bulan.

Zona empat, dusun-dusun di luar kalurahan, tetapi dalam satu kapanewon. Poinnya, setara dengan usia dua bulan. Dan yang terakhir, zona lima. Zona ini lingkupnya dusun-dusun di luar zona empat dan dalam lingkup kabupaten. “Ini tidak dapat tambahan poin,” ucapnya.

Kemudian jalur afirmasi ini dibagi lagi. 15 persen untuk kartu keluarga (KK) miskin dan 5 persen untuk disabilitas. Lalu jalur pindah tugas orangtua maksimal 5 persen. Ketentuan-ketentuan PPDB ini tidak berlaku bagi sekolah swasta. Misalnya TK SD model di Sleman. Karena siswa-siswa TK model, wajib diterima di SD model.

“Termasuk SD negeri yang belum terpenuhi daya tampungnya ini juga tidak berlaku. Jadi boleh, SD kurang murid harus difasilitasi tidak harus sama dengan ini,” ungkap Ery.

Kemudian pendaftarannya tiap jalur berbeda. Untuk jalur zonasi, pendaftaran dimulai 14-17 Juni. Setelah pendaftaran, langsung bisa dilakukan validasi. Jalur afirmasi pendaftaran langsung ke sekolah yang dituju pada 14-15 Juni. Validasinya pada 16 Juni.

Perpindahan orang tua, jelasnya, langsung ke sekolah 15-16 juni. Penerimaan peserta didik ini akan diumumkan 18 Juni pukul 08.00 di sekolah tujuan masing-masing. “Pelaksanaannya tetap online, tetapi yang meng-online-kan pihak sekolah,” terang Ery.

Seorang wali murid, Tiyas Kumalasari, 36, warga Sleman mengaku, pihaknya tak begitu khawatir terkait PPDB kali ini. Menurutnya, jauh menguntungkan. Anak-anak yang tinggal dekat sekolah, tidak perlu jauh-jauh mencari sekolah. Dan dipastikan diterima. Menurutnya, poin plus, sekolah dekat dengan rumah, memudahkan orang tua memantau kegiatan belajar mengajar di sekolah. “Paling tidak meleburkan sekolah favorit. Pada dasarnya, sekolah dimana saja sama. Tergantung kiatan anak-anaknya,” ujarnya. (mel/bah)

Jogja Utama