RADAR JOGJA – Sekitar 700-an orang menjalani vaksinasi dosis kedua di Balai Pamungkas, Kota Jogjakarta Kamis (3/6). Peserta vaksinasi tersebut merupakan para anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Kota Jogjakarta.

Vaksinasi diberikan kepada anggota dan pegawai dari Korem, Kodim dan instansi lainnya. Selain itu, keluarga dari anggota TNI tersebut juga turut mendapatkan suntikan vaksin.

Tri Wahyuni misalnya, istri dari seorang anggota TNI itu mendapatkan vaksin dosis pertama pada awal April lalu. Setelah mendapatkan dosis pertama, ia mengaku tidak merasakan efek samping yang cukup berat.

Yang dirasakan kala itu hanya pegal-pegal saja. Tidak sampai demam atau sakit yang lain. “Memang waktu itu agak pegal selama beberapa waktu setelah divaksin, nggak tahu kalau yang kedua ini,” ujarnya sambil menunggu antrian untuk divaksin.

Vaksin yang digunakan pada vaksinasi dosis kedua di Balai Pamungkas tersebut adalah Vaksin AsztraZeneca. Komandan Denkesyah 04.04.02 Jogjakarta Letkol (K) Ckm dr. Virni Sagita Ismayawati menyatakan selama ini ia tidak menerima laporan soal kejadian ikutan pasca vaksinasi (KIPI) yang berat. Baik dari anggota TNI maupun dari keluarga mereka.

Selain itu Sagita juga mengungkapkan pihaknya selama ini memberikan edukasi kepada mereka yang mengalami KIPI ringan. Seperti demam, mual, atau pusing. “Kami edukasi agar mereka kalau mengalami semacam itu untuk minum paracetamol, dan itu memang boleh,” jelasnya.

Saat ini menurut Sagita, pihaknya masih memiliki sekitar 2.000 dosis vaksin AstraZeneca. Jumlah dosis tersebut akan disuntikan kepada masyarakat umum. Hal itu rencananya akan mulai dilakukan pada pekan depan.

Lebih lanjut, Sagita berharap distribusi vaksin bisa jauh lebih cepat lagi. Agar target vaksinasi bisa dipenuhi dan kekebalan komunitas bisa segera dicapai, khususnya di Jogjakarta. (kur/bah)

Jogja Utama