RADAR JOGJA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja meluncurkan program Gerakan Panca Karakter Rabu (2/6). Ini sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter siswa untuk mengatasi kesulitan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19.

Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Santosa Asrori mengatakan terdapat lima aspek gerakan panca karakter yang dicanangkan yaitu nasionalis, religius, mandiri, gotong royong, dan integritas. “Semoga bisa tertanam di jiwa masing-masing siswa,” katanya di Kompleks Balai Kota Timoho Rabu (2/6).

Menurut Budi, selama masa pandemi, pendidikan karakter sangat sulit disampaikan dengan motode pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal itu dikarenakan pendidikan karakter memerlukan pembiasaan. “Sangat bergantung dengan keluarga masing-masing, jadi harus ada contoh teladan yang diintegrasikan dalam mata pelajaran,” ujarnya.

Gerakan panca karakter ini diluncurkan seiring dengan pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) tahap dua. Secara langsung, bisa diimplementasikan di masing-masing sekolah untuk membangun semangat motivasi anak kembali sekolah. Sehingga, bisa berinteraksi sosial di sekolah dengan cara-cara yang baru. “Jadi dua jam masuk di sekolah harus diisi dengan pendidikan karakter,” jelasnya.

Adapun berbagai aspek pendidikan karakter yang masuk dalam gerakan panca karakter ialah religius. Bagaimana anak menjadi seorang yang bisa melaksanakan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian, kedua aspek karakter nasionalis yaitu seseorang harus mencintai tanah airnya. Ketiga, aspek mandiri. Dijelaskan siswa harus memiliki jiwa agar hidupnya tidak bergantung pada bantuan orang lain dalam menyelesaikan setiap tugas-tugasnya. ”Lebih bisa mengendalikan dirinya sendiri, dan menjaga kesehatan,” terangnya.

Dijelaskan aspek keempat gotong royong. Menurutnya gotong royong lebih peduli terhadap lingkungan, tidak acuh, saling berinteraksi sosial membangun kebersamaan.

Dan kelima ialah aspek integritas. Nilai karakter ini dalam penerapannya terdapat dalam nilai karakter nasionalis, mandiri, dan gotong royong yang berlandaskan pada nilai karakter religius. “Integritas, tertib taat pada aturan, jujur,” terangnya.

Ditegaskan pelaksanaan pendidikan karakter sudah dikuatkan dengan Peraturan Wali Kota Jogja Nomor 42 Tahun 2021. Termasuk ke depan akan dirinci lebih lanjut untuk melihat indikator keberhasilannya. Pihaknya, telah menyiapkan aplikasi monitoring dengan Kominfo (Diskominfosan).
”Aspek pendidikan karakter juga akan diumumkan dengan tata tertib dan disiplin sekolah,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala SD Negeri Lempuyangwangi, Esti Kartini menyambut baik dengan adanya program gerakan panca karakter tersebut. Gerakan ini juga sudah mulai diimplementasikan di sekolah selama simulasi PTM tahap dua dan pertama kemarin. Pembelajaran dilaksanakan dengan pembiasaan-pembiasaan yang lebih fokus pada lima aspek tersebut.

Dimana, guru menyiapkan pembelajaran dengan banyak inovasi, termasuk permainan yang mengarah pada penguatan panca karakter. ”Sama dengan tahap satu, hanya diperlukan banyak kreativitas guru terutama kelas 4 dan 5,” katanya.

Menurutnya, dampak yang dirasakan anak-anak bisa lebih senang di sekolah ketika memulai pembelajaran. Ya, anak bisa melakukan apa yang diberikan atau ditugaskan guru ketika proses pembelajaran. “Semoga dengan ini bisa menjadi pembiasaan dan membentuk karakter siswa,” jabarnya. (wia/bah)

Jogja Utama