RADAR JOGJA – Satpol PP Kota Jogja bakal menindaklanjuti adanya indikasi pedagang nuthuk di Jalan Perwakilan kawasan Malioboro yang sempat viral beberapa hari terakhir. Rencananya, hari ini (31/5) tiga pemilik pedagang pecel lele itu bakal dipanggil untuk pembinaan.

Kepala Satpol PP Kota Jogja, Agus Winarto mengatakan hari ini pukul 09.00 semua pemilik warung akan pemanggilan di Kemantren Danurejan. Khusus pihaknya akan melakukan pembinaan kepada tiga pemilik warung yang terindikasi nenaikkan harga di luar kewajaran hingga viral diunggah oleh wisatawan luar kota belum lama ini. Tiga pemilik warung ini belum dapat dipastikan, apakah haya pemilik dalam satu warung tersebut atau tidak. “Belum kami dalami yang ini. Lihat besok (hari ini,Red) mereka kami panggil.,” katanya Minggu (31/5).

Agus menjelaskan pembinaan tersebut sekaligus juga untuk melihat kelengkapan administrasi berusahanya. Seperti memiliki kelengkapan perizinan pedagang atau tidak. “Akan kami lihat juga perizinannya kayak apa,” ujarnya.
Hal itu dalam rangka untuk melihat sanksi yang bisa diterapkan untuk memberikan efek jera. Menurutnya, sanksi yang ditegakkan manakala ada pelanggaran ini akan diterapkan secara komprehensif. Namun, jika tidak bisa berhasil menunjukkan perizinan, ada konsekuensi yang harus diikuti. “Ya bisa ditutup selamanya,” jelasnya.

Pun yang bersangkutan tersebut sebelumnya telah diminta untuk tidak beroperasional sementara warungnya sampai keputusan penindakan dari Satpol PP. ā€¯Penentuannya hari ini. Dari kemarin sudah kami minta tutup dulu,” tandasnya.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan dari penulusaran, ketiganya terindikasi skema dalam memberikan harga hampir sama maupun cara penjualannya. HP tidak menampik memang ada perbedaan harga yang ada pada pedagang di sepanjang Jalan Malioboro dengan di luar itu.

Sepanjang Malioboro harga tertinggi pecel lele berkisar antara Rp 15-18 ribu. Sementara di luar itu berkisar Rp 20-30 ribu. Didorong para pedagang yang belum menerapkan daftar harga menu, bisa memberikan informasi harga menu secara transparan dan jelas kepada pelanggan atau wisatawan.

Maka sebagai efek jera dan bagian dari tindak lanjut pemkot, maka sanksi tegas menanti. Penindakan siap diberikan kepada yang melanggar terkait harga nuthuk. “Sanksi paling berat seperti yang dialami teman-teman Malioboro kan tutup selamanya (kalau ada yang nuthuk). Udah kesepakatan kami semua, bahwa kalau ada yang melanggar dan membuat Maliobro menjadi tidak baik dikenal orang ya menerima sanksi,” imbuhnya. (wia/bah)

Jogja Utama