RADAR JOGJA – Lokasi titik episentrum gempa Bantul 2006 akan menjadi lokasi wisata. Lokasi yang berada di Padukuhan Protobayan, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Bantul ini akan dibangun wahana edukasi bencana oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan menyebut, wahana dapat digunakan sebagai media edukasi, terutama bagi anak-anak. Di mana Bumi Projotamansari pernah mengalami gempa bumi dahsyat yang berlangsung selama 57 detik dengan kekuatan 5,9 skala richter. Gempa bumi memiliki pola, sehingga dipastikan, gempa akan terjadi lagi di waktu mendatang. “Informasi ini perlu disampaikan ke generasi penerus di Bantul,” terangnya kepada wartawan usai refleksi 15 tahun gempa Bantul kemarin (27/5).

Lilik tidak ingin saat generasi yang mengalami langsung gempa Bantul sudah tiada, generasi penerusnya justru lupa. Bahwa mereka hidup di atas daerah yang rawan bencana. “Kemungkinan gempa terulang pun bisa terjadi. Ini yang kemudian kami tawarkan. Yuk bareng-bareng bikin wahana untuk edukasi, terutama gempa bumi,” bebernya.

Lokasi episentrum gempa Bantul pun dipilih sebagai lokasi pembangunan wahana. Tiga tim kecil untuk menyukseskan rancangan pun telah dibentuk. Tim pertama bertugas membangun titik episentrum menjadi taman edukasi. Tim kedua bertugas mengumpulkan semua materi, buku, artefak, foto, dan video. “Macam-macam yang terkait dengan gempa (dikumpulkan, Red), sehingga masyarakat dapat 100 persen memahami, bukan cuma berdasar katanya,” tegasnya.

Sementara tim ketiga, bertugas mengelola sumber daya manusia (SDM) di Protobayan. Guna memastikan warganya mampu menerima dan mengelola wahana dengan baik.

Karena menurutnya, yang namanya pembangunan, belum tentu diterima dengan baik. Jadi, pihaknya melibatkan masyarakat sejak awal. ”Sehingga tidak lagi ada yang merasa tidak diajak,” sebutnya.

Direncanakan pula, wahana edukasi meliputi berbagai fasilitas. Seperti pendopo, masjid, mini teater, dan amfiteater. “Ada mini teater akan kami putarkan film. Ada ampiteater untuk menceritakan apa yang ada di sini,” paparnya.

Selain itu direncanakan pula membuat tempat makan dan minum. Di mana warga Protobayan dapat memperdagangkan hasil olahannya. “Masyarakat bisa menjual makanan di sini, tapi harus ada pengelolanya. Sehingga nanti ada pengelolanya, bersama, meningkatkan ekonomi masyarakat,” bebernya.

Ketua Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral UPN “Veteran” Yogyakarta Jatmika Setiawan pun mendukung gagasan BNPB. Sebab di lokasi episentrum gempa Bantul 2006 yang berada di tempuran Kali Opak dan Oya memiliki refleksi tektonik aktif. Di mana lapisan pasir berusia muda yang seharusnya hanya melampar datar, sudah mulai menekuk. “Itu artinya sodokan dari selatan sangat aktif,” cetusnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Anggota DPR-RI A-204 Idham Samawi. Bahkan dia menyesal, saat dirinya menjabat sebagai Bupati Bantul pada 1999 sampai 2010 tidak membangun wahana. “Saya menyesal waktu itu tidak dibuat, dan ini bukan hanya untuk kepentingan rakyat Bantul, tapi bangsa dan negara,” tandasnya. (fat/bah)

Jogja Utama