RADAR JOGJA – Alas Mentaok atau titik awal berdirinya kerajaan Mataram Islam memiliki potensi wisata yang tinggi. Sebagian situs sisa kemegahan Mataram Islam bahkan masih berdiri kokoh di Kalurahan Jagalan, Kapanewon Banguntapan, Bantul. Namun, potensi wisata yang masuk dalam kawasan Kotagede ini belum dikembangkan secara optimal.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyebut, story telling mengenai Kerajaan Mataram Islam menarik. Didukung oleh keadaan situs yang juga terpelihara dengan baik. “Bantul memiliki destinasi unggulan terpendam, misal Kotagede. Potensinya luar biasa, tapi tidak menjadi destinasi utama,” papar Kwin kepada Radar Jogja di sela pengawasannya, Selasa (25/5).

Dinpar Bantul pun berusaha memperkenalkan kembali sejarah kemegahan Mataram Islam yang titik awal perkembangannya berada di Kota Gedhe. Untuk itu, Dinasnya mencanangkan program Amazing Race yang dimulai dari Alas Mentaok. “Diharapkan program ini menjadi salah satu pintu optimistik setelah pandemi berakhir. Siap menyongsong wisatawan domestik dan mancanegara,” tuturnya.

Berbagai potensi wisata di Bantul digelar pada penyedia jasa biro perjalanan se-Jawa dalam Amazing Race. Tujuannya, membangun optimisme geliat pariwisata. Setelah lebih dari setahun mengalami kekacauan akibat terdampak pandemi Covid-19. “Kami mulai perjalanan dari Kotagede di Jagalan, dalam rangka mewujudkan destinasi internasional,” cetusnya.

Selain situs Mataram Islam, Bumi Pojotamansari juga memiliki potensi wisata lain. Di antaranya, Gumuk Pasir yang merupakan fenomena alam dan hanya ada dua di dunia. Selain itu, sumbu imajiner juga melintas sampai ke Bantul di Parangkusumo. Ada pula industri kerajinan di Wukirsari dan Mading. “Harapannya wisatawan bisa long stay di Bantul. Ada pondok wisata dan homestay, jadi di Bantul jangan hanya mampir,” sebutnya.

Lurah Jagalan, Gono Santoso yang turut hadir pun mengaku senang, wilayahnya menjadi destinasi pertama dalam program Amazing Race. Terlebih yang berkunjung adalah pelaku biro perjalanan se-Jawa. “Jagalan merupakan sebuah destinasi yang tepat untuk eksplorasi Mataram Islam,” ucapnya.

Untuk itu, Santoso mempersiapkan eksplorasi potensi di kalurahannya. Mulai dari potensi bangunan, kuliner, dan kebiasaan hidup masyarakatnya. “Harapan kami, para buyer (pelaku biro perjalanan, Red) akan membawa kembali tamu yang ada di daerah mereka. Mudah-mudahan besok Juli mulai menggeliat kembali kegiatan yang ada di Jagalan,” ujarnya. (fat/bah)

Jogja Utama