RADAR JOGJA – Setelah libur lebaran, tingkat kunjungan pasien ke puskesmas Kota Jogja meningkat drastis. Berubah, kini mayoritas yang datang ke puskesmas mengeluh ISPA.

Kepala Puskesmas Gedong Tengen Kota Jogja, Tri Kusumo Bawono mengatakan peningkatan kunjungan pasien paling puncak terjadi pada Senin (17/5) mencapai 150 pasien yang berkunjung dari biasanya belum mencapai maksimal. Kasus penyakit pasca-lebaran 2021 ini trennya mengalami pergeseran. Dari biasanya sebelum pandemi Covid-19 kebanyakan keluhan penyakit yakni diare dan mag. “Sekarang malah banyak yang batuk pilek, ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), nyeri kepala. Dan diare tidak sebanyak sebelumnya, polanya berubah,” katanya Selasa (18/5).

Tri Kusumo menjelaskan perubahan pola penyakit paska lebaran ini difaktori kemungkinan besar karena kebiasaan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang mutalk 3M terutama mencuci tangan yang rutin. Sehingga, penyakit seperti diare dan mag agak berkurang trennya. Kenapa ISPA banyak? Dia memperkirakan, karena musim pancaroba. Banyak masyarakat ketika hawa panas minum minuman dingin. “Nah sakitnya ketika terjadi perubahan suhu yang mendadak seperti nyeri telan, badannya panas, batuk pilek ini (keluhan) yang paling banyak,” jabarnya yang menyebut keluhan pasien disusul oleh bawaan penyakit kronis seperti DM dan Hipertensi.

Selain itu, kasus penyakit tersebut muncul juga difaktori keseringan dari kebiasaan masyarakat untuk menghangatkan makanan selama lebaran. Tetapi, kasus ini tidak terlalu signifikan. “Trus sekarang sedikit-sedikit orang paranoid semprot pakai hand sanitizer, itu yang mempengaruhi sesuatu masuk ke mulut,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani membenarkan terjadinya peningkatan kunjungan pasien ke puskesmas. Puncaknya terjadi pada Selasa (18/5) mencapai 2.032 kunjungan pasien ke puskesmas seluruh usia. “Ini merupakan hal yang wajar setelah libur,” katanya.

Emma menjelaskan kasus penyakit terbanyak yang dikeluhkan pasien sebagian besar Diabetes Mellitus, Hipertensi, Dyspepsia, Stroke, Myalgia. Kasus-kasus tersebut diklaim seperti halnya kecenderungan kasus-kasus yang terjadi dalam setiap harinya. “Tidak ada peningkatan kasus-kasus akibat konsumsi makanan selama lebaran,” ujarnya.

Data Sikda Generik aplikasi sistem informasi kesehatan daerah kota Jogja menunjukkan data kunjungan di 18 puskesmas Kota Jogja secara keseluruhan berangsur naik paska libur lebaran diawali pada Sabtu (15/5) menunjukkan angka kunjungan sebanyak 757 orang atau pasien. Kemudian, Senin (17/5) sebanyak 1.908 kunjungan pasien dan Selasa (18/5) sebanyak 2.032 kunjungan pasien.

Meskipun, layanan puskesmas libur Dinkes sebelumnya sudah menghimbau untuk antisipasi kasus rutin tersebut agar pasien mengatur waktu kontrolnya sebelum libur lebaran. Tidak saat dengan waktu libur tersebut. Sehingga pelayanan kasus-kasus rutin tidak terganggu. “Alhamdulillah, untuk lebaran tahun ini tidak ada yang harus kami tangani lebih serius akibat dampak libur itu. Laporan kasus keracunan juga tidak ada,” jelasnya. (wia/pra) 

Jogja Utama