RADAR JOGJA – Kasus dugaan korupsi renovasi Stadion Mandala Krida masih belum ada titik temu. Hingga kini, kasus tersebut masih belum memunculkan satupun tersangka. Padahal proses penyelidikan sudah berbulan-bulan dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Belum lagi adanya indikasi pelemahan di tubuh KPK. Belum lama ini ada 75 pegawai komisi antirasuah itu yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba mengatakan, Pegawai KPK yang selama ini telah membuktikan komitmen kuatnya dan memiliki integritas yang tidak perlu diragukan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, justru tidak lolos tes.

Kamba khawatir jika tidak lolosnya 75 pegawai itu bisa mempengaruhi perkembangan kasus dugaan korupsi Mandala Krida. “Jangan-jangan diantara 75 pegawai KPK tidak lolos TWK itu, ada penyidik yang turut melakukan penanganan kasus dugaan korupsi pada pembangunan renovasi Stadion Mandala Krida,” ujarnya Selasa(18/5).

Menurutnya, Jika hal tersebut benar terjadi, artinya penyidik KPK yang menangani kasus dugaan korupsi pada pembangunan renovasi Stadion Mandala Krida tetapi tidak lolos TWK itu. Maka diungkapkannya, tamatlah harapan masyarakat ke KPK dalam upaya pemberantasan korupsi di republik ini. “Innalillahi wa innalillahi rojiun,” lanjut Kamba.

Dijelaskannya, hingga12 April 2021 lalu, penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi baik dari pihak PNS maupun pihak swasta. Turut diperiksa yakni Sekda DIJ Kadarmanta Baskara Aji. “Namun hingga saat ini KPK masih enggan umumkan nama tersangka dalam dalam kasus ini,” jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 75 pegawai pada KPK dinyatakan tidak lolos asesmen melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).Alih status pegawai KPK menjadi ASN merupakan tindak lanjut dari UU Nomor 19/2019 tentang KPK, yang sedari awal bermasalah. “Banyak soal atau pertanyaan di luar nalar sehat,” tambahnya.

Radar Jogja sudah berusaha untuk menghubungi Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum juga mendapatkan jawaban dari yang bersangkutan. (kur/pra)

Jogja Utama