RADAR JOGJA – Ramainya kawasan wisata di beberapa lokasi di DIJ menjadi kekhawatiran Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIJ. Karena itu kelanjutan pembelajaran tatap muka (PTM) di sembilan sekolah percontohan akan diliburkan pascalebaran Idulfitri 1442 Hijriah. Libur PTM akan berlangsung selama dua minggu.

Keputusan meliburkan dua minggu untuk memastikan tidak ada penularan Covid-19 bagi siswa selama libur lebaran. Sambil menunggu perkembangan secara umum Covid-19 di DIJ. “Apakah anak-anak di rumah mereka berwisata terjadi penularan, jangan sampai di bawa ke sekolah dan menimbulkan klaster baru,” kata Kepala Disdikpora DIJ Didik Wardaya Senin(17/5).

Menurut Didik, idealnya PTM digelar kembali sepekan setelah lebaran. Namun karena libur lebaran ini kemungkinan banyak pemudik di keluarga siswa. Selain itu keluarga siswa juga dimungkinkan menggelar wisata selama libur lebaran, sehingga pihaknya perlu melihat perkembangan penularan Covid-19 di masyarakat khususnya di keluarga siswa yang mengikuti PTM.

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di masing-masing sekolah yang menggelar PTM akan terus memantau kesehatan para siswanya. Jika ada siswa yang kurang sehat atau bahkan terpapar Covid-19 diminta untuk tidak berangkat ke sekolah dan sekolah kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), “Sekolah akan mendata kesehatan siswa, setelah benar-benar aman baru dibolehkan kembali untuk mengikuti PTM,” ujar Didik.

Didik menambahkan evaluasi dua pekan pascalebaran dirasa cukup untuk mengetahui perkembangan penularan Covid-19 di masyarakat. Setelah situasi dan kondisi normal atau tidak ada penularan Covid-19 di keluarga siswa, maka PTM akan diumumkan untuk dimulai kembali.

Sebagaimana diketahui sembilan sekolah yang menggelar PTM adalah MAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping Sleman, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Jogja, SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul, dan SMKN 1 Depok Sleman.
Sembilan sekolah tersebut diakui Didik selama ini PTM berjalan lancar. Tidak ada penularan Covid-19 seperti yang dikhawatirkan selama ini. Bahkan dengan keberhasilan uji percontohan PTM tersebut membuat sekolah lainnya ingin mengikuti PTM.

Dari hasil pendataan ada delapan sekolah tingkat SMA/SMK negeri dan swasta sudah mengajukan untuk menggelar PTM karena sudah menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan. Namun ada beberapa sekolah yang gurunya belum sepenuhnya mendapatkan vaksinasi tahap kedua sehingga kemungkinan belum bisa dilaksanakan PTM. “Karena syarat untuk menggelar PTM adalah semua gurunya harus selesai menjalani vaksinasi kedua,” jelas Didik.

Kendati demikian banyak juga sekolah yang sudah menyatakan tetap menggelar PJJ pada smester kedua nanti dan pihaknya tidak mempersoalkan karena PTM harus benar-benar dipersiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan termasuk vaksinasi guru. Sampai saat ini vaksinasi guru dan tenaga kependidikan baru mencapai sekitar 60 persen dari total 16.692 orang. Dia berharap vaksinasi guru selesai pada Juni mendatang sehingga tahun ajaran baru atau Juli mendatang bisa PTM.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana tak menampik, di tempat wisata tertentu masih terjadi kerumunan besar dan pelanggaran protokol kesehatan. Dia mengaku, dilapori Satpol PP DIJ yang menyatakan ada ratusan pelanggaran prokes di tempat tempat wisata seperti pantai selatan dan malioboro.“Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena tren setiap habis libur panjang selalu terjadi kenaikan kasus yang signifikan,”jelasnya. (kur/pra)

Jogja Utama