RADAR JOGJA – Setahun lebih pandemi Covid-19 telah memukul banyak sektor. Termasuk para pengayuh becak di DIJ. Beberapa di antaranya tak tersentuh bantuan dari pemerintah. Turun ke jalan untuk meminta sumbangan jadi salah satu pilihan.

Puluhan tukang becak terpaksa meminta bantuan seiklasnya kepada setiap pengguna jalan yang melintas di lampu merah Ringroad Utara, Perempatan Condong Catur, Gejayan pada Jumat (7/5). Pengemudi becak salah satu profesi yang mengalami penurunan pendapatan di masa pandemi ini.

Salah seorang pengemudi becak dari perkumpulan becak Mangkubumi Toro, mengaku, sudah cukup bersabar dari awal masa pandemi untuk bertahan menjalani profesinya sebagai tukang becak namun kondisi belum kunjung membaik. “Kami tak diperhatikan pemerintah,” ucapnya.

Toro menjelaskan perkumpulan becak Jalan Malioboro-Mangkubumi terpaksa melakukan kegiatan tersebut dan tersebar di beberapa titik seperti daerah Mancasan, Kronggahan, Monjali, Ringroad Timur hingga Ringroad Selatan.
Pasalnya mereka hampir tidak mendapatkan penumpang sama sekali semenjak awal pandemi hingga terpaksa meminta bantuan kepada masyarakat yang lewat, Bambang salah satu tukang becak di tempat tersebut mengatakan “Kami seperti ini hanya untuk menyambung hidup sudah sejak awal pandemi hampir tidak ada pemasukan sama sekali, dari pada kita jadi kriminal dipukuli orang masuk penjara, kasian anak istri,” ungkapnya.

Perkumpulan profesi tukang becak yang berasal dari Jl. Malioboro-Mangkubumi, sampai saat ini berharap segera di berikan solusi dan bantuan dari pemerintah untuk menyambung hidup terlebih memberikan nafkah untuk keluarga. (cr1/pra)

Jogja Utama