RADAR JOGJA – Gelaran open house manjadi salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh tokoh maupun pejabat publik saat Lebaran. Seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan open house kali ini tidak boleh dilaksanakan. Mengingat masih tingginya penyebaran pandemi Covid-19 di DIJ.

Salah satu open house yang paling dinanti yang digelar oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X. Lebaran kali ini raja Keraton Jogja tersebut tidak menggelar open house. Pasalnya, kegiatan tersebut berpotensi menularkan Covid-19.

“Saya nggak menyelenggarakan open house, tahun lalu kan kami juga tidak menyelenggarakannya,” katanya Rabu (5/5).
Lebih lanjut, HB X juga mengimbau kepada para kepala daerah di kabupaten dan kota di DIJ untuk tidak menyelenggarakan open house. ”Itu tempat berkerumun, tidak usah,” kata HB X.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ, Kadarmanta Baskara Aji menambahkan, dirinya meminta kepada bupati atau walikota untuk mematuhi instruksi Mendagri terkait pelarangan tersebut termaktub dalam SE Mendagri Nomor 800/2794/SJ tentang Pembatasan Kegiatan Buka Puasa Bersama Pada Bulan Ramadan dan Pelarangan Open House/Halal Bihalal Pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/2021.

“Yang jelas gubernur tidak menyelenggarakan (open house) dan dimohon bupati walikota juga tidak usah menyelenggarakan open house,” paparnya.
Sebenarnya, kata Aji yang dilarang itu bukan hanya open house, halal bihalal, buka bersama saja. Segala sesuatu acara yang bisa menimbulkan kerumunan banyak dan bisa memperbesar peluang penularan Virus Korona itu dilarang. (kur/bah)

Jogja Utama