RADAR JOGJA – Tiap 3 Mei diperingati sebagai Hari Pers Internasional. Salah satu yang menjadi sorotan pada peringatan hari pers internasional tahun ini adalah masih banyaknya kasus kekerasan yang menimpa wartawan di seluruh dunia. Kasus wartawan Udin misalnya.

Fuad Muhammad Syafruddin, atau yang akrab disapa Udin dikeroyok oleh beberapa orang tak dikenal di rumahnya pada 13 Agustus tahun 1996 yang lalu. Udin akhirnya meninggal setelah tiga hari dirawat di Rumah Sakit Bethesda, Jogjakarta. Untuk mengenang kejadian memilukan itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jogjakarta menggelar pameran seni bertajuk ‘Memorabilia Wartawan Udin’ untuk memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional, mulai Senin (3/5).

Ketua AJI Jogjakarta,Shinta Maharani menjelaskan, pameran ini pun untuk mengingatkan pemerintah agar bertanggung jawab menyelesaikan kasus pembunuhan jurnalis Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin, atau Udin. Kematian Udin diduga kuat berhubungan dengan tulisan-tulisannya yang kritis, yakni korupsi megaproyek Parangtritis. Menjelang pemilihan bupati baru kala itu, Udin menulis upaya Bupati Bantul Sri Roso Sudarmo terpilih lagi dengan memberi upeti Rp1 miliar ke Yayasan Dharmais pimpinan Presiden Soeharto.

Hari Kebebasan Pers diperingati untuk menginformasikan pelanggaran kebebasan pers dan melawan serangan terhadap kemerdekaan atau independensi media.”Selain itu untuk memberikan penghormatan kepada jurnalis yang telah kehilangan nyawa dalam menjalankan tugasnya,” ujar Shinta Selasa(4/5).

Dalam pameran yang akan berlangsung hingga 10 Mei mendatang dipamerkan beragam karya hasil pilihan kurator, Anang Saptopo. Karya itu berupa poster bergambar Udin yang berjumlah. Poster itu menggambarkan beberapa kejadian yang terjadi dari tahun ketika Udin dibunuh hingga saat ini. Menariknya, poster-poster tersebut bisa dibeli oleh orang yang berminat.

Suasana di kafe tersebut pun sangat khidmat. Apalagi ketika melihat koleksi berbagai foto yang menampakkan kamera serta perlengkapan lain yang digunakan oleh Udin ketika masih bekerja dulu. Tak hanya itu, pengunjung yang hadir juga bisa menyaksikan beragam kliping berita yang menggambarkan soal kasus pembunuhan Wartawan Udin. Kliping berita itu dikumpulkan dari berita surat kabar yang terbit 1996 lalu. (kur/pra)

Jogja Utama