RADAR JOGJA – Gubernur DIJ, Hamengku Buwono X meminta bupati dan walikota untuk mengoptimalkan kinerja satgas Covid-19 di daerahnya masing-masing dalam rangka menekan laju penularan virus korona.

Hal tersebut menyusul adanya peningkatan jumlah zona oranye dan merah di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. “Jadi saya berharap bagaimana kepala daerah itu saya mohon untuk mengawasi kerjanya satgas (Covid-19). Tidak hanya di kabupaten kota tapi juga di desa kecamatan agar bisa lebih baik,” ungkap HB X saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (3/5).

Menurut HB X, tren penularan saat ini lebih didominasi pada klaster keluarga. Di mana penularan telah menjangkit para penghuni rumah yang biasanya memiliki hubungan kekeluargan.

Terkadang penularan juga menjalar hingga tetangga pasien. “Di Jogja ini bukan aspek kerumunan (yang jadi penyebab penularan) tapi hubungan bapak, ibu, tetangga, dengan anak-anaknya. Keluarga yang jadi klaster itu besar,” paparnya.
Imbas dari tren penularan tersebut, jumlah RT dengan zona oranye dan merah di DIJ mengalami peningkatan.

HB X menyebut ada tiga daerah yang tingkat penularannya lebih tinggi dibandingkan wilayah lain. Yakni di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunungkidul. “Yang kemarin tidak ada (zona) merah sekarang ada zona merah delapan RT. Yang ada merah itu Bantul dan Sleman yang paling besar,” terang HB X.

Kepada masyarakat, gubernur mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan walaupun ketika sedang berada di rumah sekalipun.

Selain itu, warga juga perlu menghindari tempat-tempat kerumunan. “Karena saya yakin dia di rumah belum tentu pakai masker,” terang Sri Sultan.
Terpisah, Koordinator Gugus Tugas Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum DIJ, Noviar Rahmad merinci, dari total sebanyak 27.681 RT di DIJ telah ada delapan RT di yang dikategorikan sebagai zona merah.

Padahal sebelumnya, zona merah di wilayah ini sempat nihil. “Zona merah terdapat di Bantul tiga RT,Gunungkidul dua RT, dan Sleman tiga RT,” terang Noviar.

Adapun zona oranye, saat ini total terdapat 21 RT. Dengan rincian enam RT di Bantul, tiga RT di Kulon Progo, dua RT di Gunungkidul dan sepuluh RT di Sleman. Kemudian untuk zona kuning, saat ini terdapat 1.375 RT dan zona hijau terdapat 26.277 RT.

Noviar menjelaskan, katagori zona merah disematkan jika terdapat lebih dari lima rumah yang penghuninya terkonfirmasi positif. Sedangkan zona oranye jika ada tiga hingga lima rumah dengan konfirmasi kasus positif. (kur/bah)

Jogja Utama