RADAR JOGJA – Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SMA di DIJ sudah berlangsung dua pekan. Dalam kurun waktu tersebut, uji coba PTM disebut berjalan dengan baik, tanpa kendala berarti.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIJ, Didik Wardaya menyatakan hal tersebut. Menurut dia penerapan prokes yang sangat penting dalam proses uji coba PTM dilakukan dengan baik. “Sudah baik, kami dorong untuk terus dipertahankan,” ujarnya Senin (3/5).

Adapun sembilan sekolah yang dijadikan lokasi uji coba PTM tingkat SMA antara lain. SMAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping, Sleman SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Jogjakarta, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul, dan SMKN 1 Depok Sleman.

Lebih lanjut, Didik menyatakan dalam waktu dekat akan ada penambahan tiga hingga empat sekolah yang siap untuk melakukan uji coba PTM di tingkat SMA. Namun, kemungkinan besar, uji coba di beberapa sekolah tambahan itu baru bisa dilakukan selepas hari raya Idul Fitri nanti.

Selain itu, Didik menyebut saat ini sudah sekitar 60 persen guru di tingkat SMA seluruh DIJ telah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama. Ia mengatakan proses vaksinasi untuk seluruh guru bisa selesai pada Juni nanti. “Harapannya Juni sudah selesai,” tandasnya.

Sebagai informasi, total guru tingkat SMA di DIJ mencapai 16 ribu orang. Sementara jumlah guru secara keseluruhan di DIJ yang tercatat di Disdikpora mencapai angka lebih dari 53 ribu orang.

Didik juga menyampaikan pihaknya telah menerima laporan adanya siswa SMA yang positif Virus Korona selama pelaksanaan dua pekan PTM di tingkat SMA. Namun, ia menjelaskan siswa yang bersangkutan tertular virus tersebut bukan dari sekolah, tapi dari kampungnya.(kur/bah)

Jogja Utama