RADAR JOGJA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIJ memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok jelang Idul Fitri tahun masih mencukupi. Selain stok aman, TPID DIJ harga bahan pangan secara keseluruhan cenderung relatif stabil dan distribusi juga lancar.

Asekprov Perekonomian dan Pembangunan Sekprov DIJ Tri Saktiyana mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok (bapok) ke pasar tradisional, pasar modern dan distributor di kabupaten/kota jelang Lebaran 2021. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilaksanakan TPID, didapati secara umum kondisi harga beberapa komoditas yang sering menjadi penyumbang inflasi di DIJ masih stabil.

”Memang, ada beberapa komoditi bahan pangan yang mengalami kenaikan harga, namun hal tersebut masih dalam batas kewajaran, khususnya daging ayam dan telur ayam yang dipicu permintaan pasar,” terangnya.
Dijelaskan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan selama pemantauan antara lain telur ayam dan daging ayam. Selebihnya, justru mengalami penurunan khususnya komoditas cabai.

Ia menekankan bahwa harga bapok baik di pasar tradisional maupun pasar modern di DIJ masih bergerak dalam batas wajar. Sementara pasokan dan ketersediaan bahan pokok sangat cukup. “Perdagangan antar daerah juga sangat lancar. Pemerintah tidak membatasi angkutan komoditas dan barang meskipun ada larangan mudik lebaran tahun ini,” imbuhnya.

Pihaknya, terus menjaga kecukupan stok pangan strategis dengan melakukan pengawasan terhadap potensi gangguan produksi dan distribusi dan pengelolaan ekspektasi dua pekan menjelang Idulfitri. Dalam kesempatan itu ia menjelaskan bahwa TPID DIJ tetap fokus mengacu pada prinsip 4K yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Selain itu juga ada roadmap pengendalian inflasi yang diharapkan tingkat inflasi di DIJ dapat terjaga pada level yang rendah dan stabil pada April maupun Mei 2021. TPID DIJ juga berupaya mendorong masyarakat belanja lebih banyak lagi agar pasar bisa bergerak dan perekonomian bisa semakin bersemangat.

Meskipun gairah masyarakat masih terkendala akibat pandemi Covid-19 saat ini, namun dengan adanya perputaran uang maka hal itu akan meningkatkan perekonomian di seluruh DIJ. “Masyarakat agar membelanjakan uangnya untuk bisa membantu perekonomian juga,” tandas Tri. (kur/bah).

Jogja Utama