RADAR JOGJA – Sebagai orang baru di dunia pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Wahyu Hendratmoko tak puya banyak waktu untuk belajar. Dilantik saat pandemi Covid-19, membuat pekerjaan rumahnya bertambah. Apalagi kini ada larangan mudik dari pemerintah pusat. Apa kiatnya?

WINDA ATIKA IRA, JOGJA, Radar Jogja

Meski adanya kebijakan larangan mudik lebaran, tidak menjadikan lengah Dinas Pariwisata Kota Jogja untuk menjalankan industri pariwisata. Momentum lebaran, strategi tetap disiapkan untuk menarik wisatawan lokal lingkup DIJ.

“Potensi wisatawan lokal ini yang harus digarap secara serius saat libur Lebaran nanti. Kunjungan wisatawan antar kota dalam provinsi yang akan dioptimalkan,” kata Wahyu Senin.

Optimalisasi kunjungan wisatawan lokal saat libur lebaran, kata dia, tetap harus dilakukan. Sebab,sampai saat ini pun belum ada aturan atau larangan dari pemerintah pusat untuk menutup tempat wisata.

Aturan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, jelas dia, adalah larangan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk mudik Lebaran. Seiring nantinya akan dilakukan pengetatan di wilayah-wilayah perbatasan. “Jika wisatawan dari luar provinsi sulit masuk ke Jogja akibat pengetatan di perbatasan, maka yang harus dilakukan adalah menggerakkan wisatawan lokal di DIJ,” ujar mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja itu.
Meskipun, potensi wisatawan lokal saat libur Lebaran ini diperkirakan tidak akan seramai apabila dibanding potensi wisatawan dari luar daerah.

Peningkatan kunjungan wisata ke Jogja sempat terjadi peningkatan pada libur akhir pekan bertepatan dengan peringatan Paskah kemarin. Bahkan rerata okupansi hotel mencapai 60 persen. “Pada libur panjang akhir pekan waktu itu juga sudah dilakukan larangan bagi ASN untuk bepergian ke luar daerah, meskipun belum dilakukan pengetatan di perbatasan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) Aldi Fadlil Diyanto mengatakan, memang Jogja tidak menutup tempat wisata. Sehingga pariwisata di Kota Jogja tetap berjalan, dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Pihaknya tetap akan memberikan planning wisata yang baik dan sehat meski masih situasi pandemi. “Kami sudah melakukan sosialisasi dan promosi bahwa pariwisata di Jogja tetap eksis dan dilakukan berdasar protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Pun, dia menyebut bahwa sejauh ini sudah mendapat banyak pertanyaan dari para pelaku usaha jasa pariwisata mengenai prosedur untuk berwisata di Kota Jogja termasuk berbagai persyaratan perjalanan yang harus dipenuhi. Kegiatan promosi pariwisata melalui Jogjavaganza yang dilakukan belum lama ini, ternyata juga memberikan hasil yang cukup baik yakni adanya tamu yang datang untuk berwisata ke Jogja. “Kita tetap terima pengunjung yang masuk ke Jogja dan kita pastikan ke mereka bahwa Jogja tetap aman dikunjungi dan pasti ‘ngangeni’,” imbuhnya. (pra)

Jogja Utama