RADAR JOGJA – Pemkot Jogja memastikan cadangan pangan menyambut bulan Ramadan initercukupi. Masyarakat, tidak perlu panic buying atau berlebihan dalam berbelanja selama Ramadan.

Wakil Wali Kota Jogja,Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, saat ini masih ada ketersediaan cadangan pangan khusus untuk komoditi beras sebanyak 31,75 ton. Dalam menyiapkan bulan Ramadan untuk komoditi pokok tersebut termasuk daging diklaim masih tercukupi dan tersedia. “Fluktuasi harga hanya soal permintaan saja. Kalau suplai tidak ada problem, perjalanan stok pangan yang masuk ke kota juga tidak ada hambatan,” katanya di sela simbolis penyerahan cadangan beras 2021 Pemerintah Kota kepada PD Tarumartani kemarin (12/4).”Di bulan Ramadan masyarakat tidak perlu berlebihan dalam berbelanja, apalagi tidak ada mudik tidak perlu menyiapkan masakan berlebihan.”

Namun, antisipasi tetap dilakukan pemkot untuk mencegah potensi kerawanan pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Peningkatan cadangan pangan dalam hal ini untuk komiditi beras terus dilakukan. Pada tahun ini, telah melaksanakan pengadaan beras sebanyak 15 ton yang secara kumulatif hingga akhir 2020 sudah terkumpul 16.7 ton. Sehingga total beras yang sudah dicadangkan mencapai 31,7 ton. “Pemkot dengan senang hati menitipkan stok cadangan (beras) kepada Tarumartani untuk disimpan dan kita selalu akan mendapatkan barang yang selalu baru,” jelasnya.

Dalam penggunaan cadangan beras baru bisa didistribusikan ke masyarakat jika dalam kondisi darurat tertentu. Di antaranya kekurangan pangan akibat dampak bencana alam, gejolak harga beras yang signifikan hingga rawan pangan kronis akibat kemiskinan.

Pun mantan wartawan itu mengapresiasi pola kerjasama yang dibangun dengan PD Tarumartani lantaran penyimpanan yang bersifat dinamis. Dengan begitu bisa menjaga kualitas beras seperti baru. Serta beras milik pemkot yang dicadangkan tidak hanya didiamkan melainkan diputar kembali untuk pemberdayaan. Tetapi tidak mengurangi perannya bahwa sewaktu-waktu dibutuhkan, tetap tidak mengurangi ketersediaannya.

Menurut dia, kerja sama dengan BUMD milik Pemprov DIJ itu adalah langkah bersama supaya cadangan pangan tidak hanya pasif tapi bisa produktif. “Kalau hanya didiamkan saja, tentu nanti ketika akan digunakan bisa berkurang nilai dan kualitasnya,” terangnya yang menyebut program ini sekaligus memastikan ke masyarakat agar tidak khawatir mengenai ketersediaan bahan pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Suyana menambahkan sampai dengan tahun ini baru berhasil mencadangkan beras sebanyak 26,46 persen dari target yang diamanatkan Perwal 22/2019 yakni minimal 120 ton. Tahun ini baru mampu tersedia 31,7 ton. Meski, dalam regulasi tersebut tidak disebutkan batasan waktu untuk memenuhi target yang diamanatkan. Namun pihaknya tetap berkomitmen bisa tercapai secepatnya. “Kami komitmen dalam tiga sampai empat tahun ke depan bisa terpenuhi,” katanya.

Suyana menyebut dari sisi ketersediaan lahan pertanian, hasil produksi beras di Kota Jogja sangat jauh dari tingkat kebutuhan. Pada 2020, lahan sawah di Kota Jogja tinggal seluas 52,3 hektar dengan luasan panen sebesar 94,69 hektar dan menghasilkan produksi beras 494,28 ton. Apabila dibandingkan dengan kebutuhan pangan yang harus dicukupi untuk penduduk Kota Jogja yang berjumlah 435.936 jiwa, diklaim jumlah itu tentu sangat tidak mencukupi.

Kebutuhan akan beras sebagai makanan pokok pada skala rumah tangga sebesar 228,4 gram/kapita/hari, sehingga total kebutuhan kira-kira 99,5 ton/hari atau 36.317,5 ton/tahun, sangat jauh dibandingkan dengan produksi berasnya yang hanya 494,28 ton/tahun. “Kota Jogja merupakan wilayah perkotaan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian,” ujarnya.

Direktur PD Tarumartani, Nur Achmad Afandi mengatakan beras yang disimpan di gudang PD Tarumartani hanya sekitar 25 persen. Sedangkan 75 persen dikerjasamakan dengan Gapoktan. Dengan begitu Gapoktan bisa mendapatkan modal untuk menghidupi para anggota atau petani. “Sebagai BUMD milik DIJ kami dapat tugas baru untuk menyimpan hingga memasarkan produk pertanian,” katanya. (wia/pra)

Jogja Utama