RADAR JOGJA – Aksi terorisme yang terus terjadi di Tanah Air kian meresahkan banyak pihak. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara DIJ mengecam maraknya aksi terorisme itu.
Selain aksi terorisme, musibah datang silih berganti melanda Indonesia. Beberapa waktu lalu banjir bandang dan longsor menerjang saudara kita di NTT dan NTB. Bencana itu memakan korban jiwa yang tidak sedikit.
Selain itu, pandemi Covid-19 juga masih belum bisa dikendalikan di Indonesia. Sebagai wujud keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi bangsa ini, BEM Nusantara DIJ melakukan “Aksi Damai Doa Bersama Lintas Agama dan Tabur Bunga” di Tugu Pal Putih Jogja, Jumat (9/4).
Mereka mendoakan para korban musibah bencana alam, bom bunuh diri, dan pandemi Covid-19. Dalam aksi simpatik itu, BEM Nusantara DIJ membuat pernyataan sikap terkait kasus terorisme, radikalisme, dan intoleransi yang sungguh sangat memprihatinkan dan mengguncang kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Ketua BEM Nusantara DIJ Achmad Mubarok menyatakan menolak keras segala bentuk paham radikalisme dan intoleransi. Mengutuk keras segala bentuk tindakan terorisme di negeri ini. Mendukung Polri dalam upaya mengusut tuntas aksi terorisme.
Mereka menegaskan akan bersinergi dengan Polda DIJ dalam upaya menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah DIJ. Dalam kesempatan itu mereka juga memanjatkan doa bersama untuk bangsa dan negara agar Indonesia selamat dari aksi terorisme bom bunuh diri, bencana alam, dan pandemi Covid-19.
BEM menyayangkan kelompok yang menganggap hanya dirinyalah yang paling benar. Keyakinan ini membuat mereka menjadi seorang teroris, yang menghalalkan darah orang lain yang mereka anggap salah.
Menurut Mubarok, para pelaku teroris itu melakukan pengeboman dengan mengatasnamakan salah satu agama tertentu. Padahal jelas-jelas tidak ada satu agama pun di dunia ini yang mengajarkan untuk melakukan kekerasan, apalagi di tengah situasi negara yang sedang berjuang mengatasi pandemi. (kur/laz)

Jogja Utama