RADAR JOGJA – Sempat tertunda sepekan akibat kehabisan stok dosis vaksin, penyuntikan vaksin untuk tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) dilanjutkan. Kemantren Wirobrajan menjadi yang mengawali pekan lalu.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, penyuntikan vaksinasi untuk kedua kalangan itu baru berlangsung di dua kemantren (kecamatan). Pertama, Kemantren Wirobrajan sekitar satu minggu lalu, kemudian vaksinasi terhenti dan baru dilanjutkan kemarin (6/4) di Kemantren Kotagede.
“Karena memang hampir seminggu ini kita kehabisan dosis vaksin. Alhamdulillah hari ini datang 15 ribu dosis, kita akan mulai untuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, lansia, dan guru-guru yang belum divaksin,” katanya, usai meninjau penyuntikan dosis pertama bagi tomas dan toga di Kemantren Kotagede.
HP menjelaskan, vaksinasi menyasar toga dan tomas ini sama pentingnya dengan lansia maupun guru. Bagaimanapun kedua kalangan itu cukup andil menjadi garda terdepan dalam mengatasi sebaran kasus Covid-19 di lingkungan baik RT, RW, dan kampung. Mereka turut mengkondisikan warga di lingkungan masing-masing, terutama selama PPKM berbasis mikro ini.
“Ini adalah bagian dari upaya kita semua agar di masa seperti ini, mereka yang biasa bekerja di kantor dan tempat-tempat publik sudah divaksinasi,” ujarnya.
Dikatakan, mereka yang ada di wilayah RT, RW, ketua kampung mampu mengkondisikan lingkungannya. Sehingga ketika kedua kalangan ini dilakukan vaksinasi secara bersamaan dan optimal, maka kondisi Covid-19 di wilayah bisa dikendalikan. Meski jumlah 15 ribu dosis itu belum bisa mencukupi semua sasaran.
Dikatakan, 15 ribu dosis bakal habis dalam kurun waktu kurang lebih sepekan ke depan. “Tapi paling tidak kita masih bisa bernafas melakukan vaksin ini,” jelasnya. Sehingga diharapkan bulan Ramadan vaksinasi masih bisa dijalankan seperti semula.
Dengan begitu, selepas Idul Fitri sudah banyak masyarakat yang tervaksin. Begitu juga guru-guru, sehingga bisa menggelar sekolah tatap muka. “Pelayanan vaksinasi saat Ramadan tetap ada. Tapi kita sedang mengkondisikan rumah sakit yang bisa melayani vaksinasi pada malam hari,” terangnya.
Sampai saat ini sudah sebanyak 110 ribu masyarakat tervaksinasi melalui Pemkot Jogja. Namun jumlah itu tidak semua orang merupakan warga Kota Jogja, melainkan masyarakat yang beraktifitas di kota ini. Mereka meliputi pedagang kaki lima, pelayanan publik, ASN, dan Nakes.
“Kalau dilihat dari KTP-nya banyak yang bukan warga kota. Tapi bekerja di kota dan memang ini jadi target kita bahwa orang yang bekerja di kota harus kita vaksin dulu. Supaya kalau ada interaksi di kota, tidak menyebar kemana-mana,” tambahnya.
Mantri Pamong Praja Kemantren Kotagede Rajwan Taufiq mengatakan, vaksinasi bagi toga dan tomas ini baru kali pertama. Keseluruhan yang divaksin berjumlah 205 orang. Dari jumlah ini setelah disisir lagi menjadi 140 orang. Karena ada dari mereka merupakan ASN, pedagang, maupun karyawan yang turut vaksin dari kantor masing-masing.
“Hari ini kita gabungkan antara Puskesmas Kotagede 1 dan 2, kemudian kita laksanakan di sini. Termasuk yang pedagang Pasar Kotagede dan Gedongkuning, kita jadikan satu di sini supaya lebih cepat,” katanya. (wia/laz)

Jogja Utama