RADAR JOGJA – Permintaan kebutuhan kelengkapan rohani menjelang paskah meningkat. Dengan terbatasnya kegiatan di gereja akibat pandemi, banyak keluarga menghiasi rumah dengan pernak-pernik paskah. Salah satunya permintaan patung rohani.

Pemilik industri patung rohani Fransiskus Asisi Tri Atmojo mengaku omzetnya naik sampai 50 persen. Bahkan, pria 50 tahun ini harus menambah karyawan. “Karyawan bertambah 20 orang, saya minta ke mitra plasma untuk mencarikan. Soalnya mereka sudah tahu saya maunya gimana, pokoknya yang mampu dan bisa, karena tidak semua orang yang bisa atau mampu. Mereka bisa kerjakan di rumah,” sebut pria yang akrab disapa Bagong itu kepada Radar Jogja belum lama ini.

Peningkatan permintaan patung rohani terdorong oleh pembatasan yang dilakukan gereja. Menyusul adanya kebijakan untuk tidak menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. “Terus banyak umat yang mengikuti misa online di rumah. Jadi banyak yang membeli aksesoris untuk mendukung doa di rumah,” bebernya.

Kenaikan jumlah permintaan mencapai 50 persen. Permintaan datang dari berbagai kota besar di Indonesia, seperti Medan, Manado, Surabaya, Jakarta, Pontianak, Kupang, dan Papua. Permintaan yang mengalami peningkatan paling banyak adalah patung rohani dengan ukuran dua meter. Selain itu, permintaan patung dengan ukuran 10-12 centimeter.

Kendati begitu, Bagong menyebut adanya permintaan patung yang urung dibuat. Lantaran pemesannya dibatalkan, yaitu permintaan pembuatan souvenir. Di mana biasanya, lulusan Seni Rupa Institut Seni Indinesia (ISI) Jogjakarta ini menerima pesanan dari Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. “Kalau tidak pandemi, paskah besok saya ramai (pesanan, Red) ke Larantuka. Paskah paling ramai di Indonesia kan di sana. Biasanya, kalau tidak pandemi, banyak sekali souvenir masuk ke sana (berupa, Red) patung Tuan Ma,” ujarnya.

Salah seorang pembeli, MM Sri Hariastuti pun mengaku melakukan pemesanan patung rohani. Tapi untuk kebutuhan usahanya yang bergerak di bidang wedding organizer. “Saya kebetulan usaha membuat paket wedding. Kalau ada mantenan, biasanya harus ada barang rohani yang diserahkan kepada manten dari orang tua. Saya membuat paket-paket itu,” sebutnya.

Selain itu, perempuan 56 tahun ini tertarik dengan banyaknya variasi patung rohani yang disediakan oleh Bagong. “Jadi saya tertarik untuk mengambil produk yang di sini dan ternyata cukup laris. Peningkatan (permintaan paket wedding, Red), biasanya setiap saat ada. Kemarin di Desember dan Januari cukup banyak. Menjelang paskah, ini ada peningkatan sedikit,” ucapnya. (fat/bah)

Jogja Utama