RADAR JOGJA – Dinas Kebudayaan DIY meluncurkan Agenda Budaya 2021. Peluncuran dilakukan di Omah Wayang Jalan Langenastran No. 7 Yogyakarta pada Selasa (30/3) malam. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan DIY Sumadi mengakui seharusnya agenda kebudayaan itu diluncurkan pada awal tahun.
“Namun karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 baru bisa dilaksakan malam ini,” ujar Sumadi saat memberikan sambutan.
Mantan Sekda Sleman itu mengatakan, semarak budaya menyemangati agenda peluncuran agenda kebudayaan. Dengan segala keterbatasan tetap berkreasi dan melahirkan kreativitas. Tapi semua itu tetap dengan menjalankan protokol kesehatan.
Berangkat dari suasana tersebut, Sumadi mengungkapkan, tema Agenda Kebudayaan 2021 tersebut adalah berdaya dengan budaya. Yakni budaya menjadi sarana menghadapi pandemi. Masyarakat DIY punya nilai-nilai luhur berupa kridha Hamemayu Hayuning Bawana. Sawiji, sengguh ora mingkuh.
Tangguh dan sabar dengan mengedepankan semangat gotong royong serta tepa slira. “Semua itu menjadi modal sosial masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini,” katanya.
Sumadi menambahkan, agenda kebudayaan itu bukan hanya berisi informasi dan kegiatan Dinas Kebudayaan DIY sepanjang 2021. Selain bersifat rutin, juga ada kegiatan prioritas pembangunan kebudayaan yang bersifat strategis.
Di antaranya, pengajuan Sumbu Filosofis sebagai Warisan Budaya Dunia ke UNESCO. “Di samping itu ada pembangunan desa budaya dan desa mandiri budaya,” katanya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Wayang Ki Catur oleh dalang Ki Catur Benyek Kuncoro. Diteruskan dengan pembacaan pocapan. Berikutnya pemutaran video rekaman bidang museum. Lalu ada teaterikal program Desa Mandiri Budaya.
Ada juga pertunjukan tari Sangkan Paraning Dumadi. Pemutaran rekaman video Sumbu Filosofi Jogja, pembacaan puisi oleh Joko Pinurbo dilanjutkan pantomim Asita Kaladewa dengan tema Daya Dinaya.
Wayang Ki Catur kembali tampil. Dalang Ki Catur Benyek Kuncoro membawakan tema perencanaan dan pengendalian urusan kebudayaan. Terakhir pagelaran tari berupa tarian Mulih Pulih. Mengemas adat, seni, tradisi dan lembaga. Koreografernya Pardiman Djoyonegoro. (kus)

Jogja Utama