RADAR JOGJA – ADA kuliner bernama unik di Kota Jogja. Namanya Es Ganja. Dijual dengan gerobak serba berwarna hijau.
Tapi, minuman yang dijual tidak menggunakan bahan dasar daun ganja sungguhan. Es Ganja diambil dari es degan gulaJawa. Olahan minuman es kelapa muda dengan menggunakan bahan dasar gula jawa sebagai salah satu varian rasa.
Sejak 2013, pemilik usaha Es Ganja, Ibnu Sumarno ini mulai merintis usahanya. Sengaja mem-branding ulang usahanya tersebut agar terlihat berbeda dengan yang lain. sehingga menjadi daya tarik pembeli. ”Ide yang dibuat ini bantuan pemikiran dari anak saya,” katanya.
Orang ketika membaca ada es ganja relatif cepat mikirnya dan konotatifnya mesti negatif. Ternyata, pas didatangi karena penasaran bukan ganja yang dilarang. ”Dan mereka malah membeli,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, karena penamaan tersebut, usahanya ini pernah didatangi pihak kepolisian. aparat mengira yang dijual tersebut daun yang terlarang. ”Justru polisinya malah sering jajan datang,” katanya.
Keistimewaan dari es ganja ini, varian rasa gula yang digunakan ialah gula aren, yang diklaim lebih bagus untuk segi kesehatan daripada gula jawa biasa. Sehingga, kalangan pembeli siapapun tidak perlu khawatir mencicipi es ganja yang dijualnya. “Terutama untuk mereka yang pantangan gula kayak ada diabet, es degan kami bisa untuk orang-orang yang berpenyakit,” jelas laki-laki 54 tahun.
Menu es ganja ini juga bermacam-macam, antara lain es ganja biasa dari porsi kecil menggunakan gelas dibandrol harga Rp 5 ribu, satu kelapa dibanderol Rp 10 ribu tanpa gula atau murni. ”Sementara, porsi utuh satu kelapa pakai gula Rp 12 ribu,” jelasnya.
Ada pula es ganja serat merah. Menu ini dibanderol seharga Rp 15 ribu. Serat merah paling banyak dicari. ” Biasa disebut dengan degan/kelapa obat, karena untuk kesehatan” terangnya. (wia/bah)

Jogja Utama