RADAR JOGJA – Pemkot Jogja terus mematangkan rencana sekolah tatap muka yang rencananya akan dilangsungkan setelah Lebaran nanti. Saat ini masih mematangkan teknis pelaksanaan tentang pembelajaran tatap muka tersebut.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, belum bisa menentukan level sekolah mana baik tingkat SD sampai SMP yang akan menjalankan tatap muka terlebih dulu. Seperti halnya tingkat provinsi, pembelajaran tatap muka akan dimulai dari jenjang pendidikan tertinggi seperti perguruan tinggi dan sekolah menengah. Dan uji coba akan dilakukan kepada 10 sekolah seluruh DIJ. “Kami punya kewenangan di tingkat SD dan SMP. Kami kaji apakah sudah layak atau belum, tapi untuk TK kami masih belum mengizinkan tatap muka,” katanya Rabu (24/3).

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja itu menjelaskan, berbagai persiapan masih dilakukan untuk menggelar pembelajaran tatap muka khususnya SD dan SMP di Kota Jogja. Salah satu persiapan itu yakni melakukan vaksinasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan sejumlah 5.975 orang yang ditargetkan akan selesai 10 April mendatang hingga dosis kedua. Maupun, persiapan lain yaitu memperbaiki ikhwal yang mengatur tentang pembelajaran tatap muka yang tertuang pada Peraturan Wali Kota Jogja.

Termasuk persiapan awal tahun lalu, yang akhirnya ditunda lagi dengan penerapan PPKM. “Nah, sekarang kami perbaiki, karena menyangkut kondisi paska vaksinasi ini apa saja yang harus kita siapkan. Aturan-aturan tambahan apa yang perlu kami antisipasi agar tidak terjadi sebaran di sekolah,” ujarnya.

Kendati demikian, pada prinsipnya kapasitas dibatasi selama kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung secara tatap muka yaitu 30 persen dari biasanya. Proses pelaksanaan pembelajaran tatap muka juga akan bertahap, tahap pertama akan terbagi ke dalam tiga gelombang dan tahap kedua dimungkinkan dua gelombang. Serta tahap ketiga nanti melihat perkembangan situasi dan kondisi. Menurut dia, sebenarnya sudah ada sekolah-sekolah tertentu memang siswanya yang di lingkungan sekolah sudah mulai tatap muka. “Tapi terbatas untuk siswa di lingkungan sekolah itu saja,” jelasnya.

Sementara, dalam KBM tatap muka nanti tidak ada waktu untuk istirahat seperti halnya waktu sebelum pandemi. KBM yang dilaksanakan hanya cukup dua mata pelajaran dan setelahnya siswa bisa langsung pulang. Hanya, yang perlu diantisipasi ialah saat orang tua menjemput dan mengantar anaknya ke sekolah. “Itu kan ketemu di situ, itu yang sedang kita antisipasi. InsyaAllah kalau tidak ada perubahan kasus, mungkin tahun ajaran baru besok kami sudah bisa memulai (KBM tatap muka),” tambahnya.

Sebelumnya, Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan rencananya proses pembelajaran tatap muka tersebut bakal digulirkan serentak untuk tingkat SD hingga SMP. Dan siap dilangsungkan selepas Lebaran, setelah seluruh guru dan tenaga kependidukan selesai divaksin.

Sebab, kedua jenjang pendidikan tersebut dinilai sudah mendesak untuk kembali keruang kelas yang selama ini belajar secara daring. Hanya, proses pembelajarannya tetap akan dilakukan secara bertahap untuk pengendalian Covid-19. “Kalau saya maunya bareng jadi tidak ada yang merasa diujicobakan. Kecuali anak-anak TK tidak mengharuskan KBM-nya tatap muka. SD dan SMP itu yang penting. Hanya bagaimana persiapan sekolah hadapi proses pembelajaran tetap bertahap,” katanya. (wia/pra)

Jogja Utama