RADAR JOGJA – Selepas tenaga pendidik atau guru dan tenaga kependidikan baik TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta selesai divaksinasi. Rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka bakal. Direncanakan dimulai setelah Lebaran.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, vaksinasi menjadi syarat mutlak sebelum dimulainya lagi KBM secara tatap muka. “Syarat menggelar tatap muka salah satunya kan gurunya harus sudah divaksinasi,” katanya belum lama ini.

Vaksinasi untuk para guru dan tenaga kependidikan itu dilaksanakan dalam satu rangkaian dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jogja yakni selama enam hari, antara 22-27 Maret 2021 mendatang. Dengan jumlah guru dan tenaga kependidikan sebanyak 5.975 orang dan ASN 5.257 orang. “Itu mencakup semua tenaga pendidik itu guru dan tenaga kependidikan baik staf dan karyawan di sekolah,” ujar HP.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) mengatakan kesiapannya untuk memulai kembali KBM secara tatap muka. Ditargetkan selepas Idulfitri atau kisaran bulan Juni. Wacana tersebut, dikatakannya sedikit lebih cepat dari Kemendikbud yang telah menargetkan Juli. “Sebetulnya habis lebaran kalau sudah siap semuanya bisa dijalankan. InsyaAllah kalau guru juga sudah divaksin siap (sekolah) tatap muka, semua prokes sekolah sudah disiapkan,” katanya.

Rencananya proses pembelajaran tatap muka tersebut bakal digulirkan serentak untuk tingkat SD hingga SMP. Sebab, dikatakan kedua jenjang pendidikan tersebut sudah mendesak untuk kembali keruang kelas yang selama belajar secara daring. Hanya, proses pembelajarannya tetap akan dilakukan secara bertahap untuk pengendalian Covid-19. “Kalau saya maunya bareng jadi tidak ada yang merasa diujicobakan. Kecuali anak-anak TK tidak mengharuskan KBM-nya tatap muka. SD dan SMP itu yang penting,” ujarnya.

Selain itu, tidak perlu dikhawatirkan jika terdapat kekurangan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan yakni wastafel. Maka pemkot yang akan bertanggungjawab untuk menambah. Pun semua sekolah akan dimonitor oleh satgas wilayah Mantri Pamong Praja, Danramil, dan Kapolsek setempat. “Sudah kami koordinasikan. Muspika juga aktif mulai dari persiapan sampai pelaksanaan, terutama SD ambulans harus standby,” imbuhnya. (wia/pra)

Jogja Utama